ASTAMBUL, dnusantarapost.com – Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, meresmikan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Rabu (4/11/2026).
Jembatan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar tersebut merupakan hasil kolaborasi Polda Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar. Proses pembangunannya berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima bulan.
Irjen Pol Rosyanto Yudha menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banjar, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas dukungan terhadap pembangunan jembatan tersebut.
“Ini kolaborasi dan bantuan dari Bapak Bupati Banjar. Saya berterima kasih kepada Pak Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, serta seluruh Forkopimda atas dukungannya sehingga jembatan ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Polda Kalsel telah membangun sekitar 36 Jembatan Merah Putih yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden pada awal Januari 2026 kepada TNI-Polri untuk membantu pembangunan dan perbaikan infrastruktur jembatan yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, jembatan yang dibangun memiliki spesifikasi beragam, mulai dari jembatan biasa hingga jembatan gantung. Salah satu jembatan terpanjang berada di Kabupaten Tabalong dengan bentang lebih dari 30 meter.
“Berbagai spesifikasi kita kerjakan. Ada yang panjang, bahkan yang terpanjang sekitar lebih dari 30 meter di Tabalong. Ada juga jembatan gantung,” jelasnya.
Rosyanto menegaskan, program tersebut akan terus berlanjut, terutama untuk memperbaiki jembatan rusak maupun membangun akses penyeberangan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.
Selain peresmian jembatan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan program Polisi Bersama Masyarakat sebagai upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
Dalam dialog tersebut, sejumlah pembakal menyampaikan berbagai persoalan, baik terkait pelayanan kepolisian maupun kebutuhan pembangunan daerah.
Ia memastikan aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan banjir di wilayah Kelampian Hulu. Menanggapi hal itu, Rosyanto menyebut Bupati Banjar telah menyampaikan rencana normalisasi sungai.
“Kami juga akan menyampaikan kepada Pak Gubernur agar bisa berkoordinasi, bekerja sama, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar. Dari kepolisian, kami siap membantu sesuai tugas yang bisa kami lakukan,” katanya.
Ia bahkan menyatakan kesiapan mengerahkan sumber daya yang dimiliki Polda Kalsel, baik personel maupun peralatan, untuk mendukung penanganan persoalan yang dihadapi masyarakat. (tata)





