BPBD Kalsel Kelola Banpres Rp30 Miliar untuk Karhutla dan Banjir

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mengalokasikan dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp30 miliar untuk mendukung operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengantisipasi potensi banjir saat memasuki musim hujan. Hingga 4 November 2026, penyerapan anggaran tersebut telah mencapai hampir 50 persen.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut dicairkan melalui mekanisme pergeseran anggaran ke kas daerah untuk memenuhi kebutuhan operasional dan penanganan bencana di lapangan.

“Dana sekitar Rp30 miliar tersebut digunakan untuk operasional petugas lapangan seperti uang lelah, konsumsi, biaya BBM kendaraan operasional, hingga pembelian peralatan bencana yang masih sangat kita perlukan,” ujar Ronny saat memberikan keterangan pers, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebutkan, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai hampir 50 persen dan proses penggunaannya masih berlangsung hingga akhir Desember 2026.

Selain mendukung penanganan karhutla, sebagian anggaran juga disiapkan untuk menghadapi potensi bencana banjir seiring memasuki musim hujan.

Berdasarkan data BPBD Kalsel, penanganan karhutla masih menyisakan 11 titik api dengan luas area terdampak mencapai 25,6 hektare.

Untuk mengantisipasi banjir, BPBD Kalsel memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem drainase dan pintu-pintu air di wilayah Kalimantan Selatan.

BPBD Kalsel juga memastikan 49 unit peralatan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir yang tersebar di sejumlah wilayah tetap berfungsi. Pemeliharaan dan perbaikan telah dilakukan terhadap beberapa unit yang sebelumnya mengalami kerusakan aki.

Melalui dukungan anggaran, kesiapan personel, serta pemeliharaan sistem peringatan dini, BPBD Kalsel terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan serta banjir di Kalimantan Selatan. (Alf/Vina)

Pos terkait