FKUB Banjar Siapkan Cerdas Cermat Lintas Agama, Dorong Penanaman Nilai Kerukunan Sejak Dini

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banjar menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama. Salah satunya melalui kegiatan cerdas cermat lintas agama yang menyasar pelajar tingkat SD/MI hingga SMP.

Program tersebut menjadi salah satu agenda kepengurusan FKUB Kabupaten Banjar periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan H Erfan Maulana.

Bacaan Lainnya

Ketua FKUB Kabupaten Banjar, H Erfan Maulana, mengatakan, penanaman nilai-nilai kerukunan perlu dilakukan sejak usia dini agar generasi muda memahami pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang muncul di tengah masyarakat, termasuk penolakan terhadap tempat ibadah, salah satunya dipengaruhi kurangnya pemahaman mengenai kerukunan dan moderasi beragama.

“Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kerukunan harus ditanamkan sejak dini. Karena itu, kami ingin memperkenalkan pemahaman tersebut kepada anak-anak melalui kegiatan cerdas cermat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sasaran program tersebut tidak hanya terbatas pada sekolah di bawah naungan dinas pendidikan, tetapi juga mencakup madrasah di bawah Kementerian Agama, baik negeri maupun swasta.

Bahkan, FKUB berharap ke depan dapat dikembangkan asesmen atau penilaian pemahaman kerukunan bagi pelajar tingkat dasar. Dengan demikian, pemahaman mengenai toleransi dan moderasi beragama dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Selain program pendidikan, FKUB Banjar juga berencana mengembangkan Kampung Rukun sebagai ruang dialog dan komunikasi masyarakat lintas agama.

Saat ini, program Kampung Rukun telah berjalan di Wilayaj Kertak Hanyar I. Namun, FKUB melihat perlunya perluasan program ke wilayah lain, terutama daerah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama beragam.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Paramasan. Daerah tersebut memiliki masyarakat dengan pemeluk agama Islam, Hindu, Kristen, dan Katolik.

“Kami berencana mengusulkan salah satu desa di Paramasan menjadi Kampung Rukun. Ini sebagai wadah komunikasi dan dialog untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengantisipasi potensi konflik di masyarakat,” jelasnya.

Melalui program tersebut, FKUB berharap masyarakat memiliki ruang untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.

Berbagai program itu menjadi bagian dari upaya FKUB Kabupaten Banjar dalam memperkuat kerukunan tidak hanya melalui pendekatan formal, tetapi juga lewat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan langsung seluruh elemen lintas agama.

Dengan penanaman nilai toleransi sejak dini serta pengembangan Kampung Rukun, FKUB berharap kehidupan masyarakat Kabupaten Banjar yang beragam dapat terus terjaga dalam suasana harmonis dan saling menghormati. (tata)

Pos terkait