Reses Bang Qamal, Warga Kampung Iwak Titip Aspirasi Jalan, Paving Block hingga Sarana Habsyi

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Sejumlah aspirasi disampaikan warga Kampung Iwak, Kelurahan Mentaos, saat mengikuti reses Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Putra Qamaluddin Attar Nurriqoli, Jumat (28/8/2026) sore.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur lingkungan hingga fasilitas kegiatan keagamaan.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang menjadi perhatian warga yakni peningkatan infrastruktur jalan lingkungan. Warga mengusulkan pengadaan paving block untuk mendukung akses dan kenyamanan masyarakat di kawasan tersebut.

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan kebutuhan sarana pendukung bagi kelompok keagamaan atau Habsyi yang ada di lingkungan Kampung Iwak.

Ketua RT 01 RW 03 Kampung Iwak, Suyatno, menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota legislatif secara langsung di tengah masyarakat menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan lingkungan secara terbuka.

“Kami mewakili warga menyambut baik kegiatan reses anggota dewan pada sore hari ini. Mudah-mudahan aspirasi masyarakat bisa disampaikan ke Pemerintah Kota Banjarbaru dan dapat dikabulkan,” ujar Suyatno.

Ia memahami tidak seluruh aspirasi masyarakat dapat langsung direalisasikan. Sebab, setiap usulan tetap harus menyesuaikan kebijakan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Namun, Suyatno berharap aspirasi yang memungkinkan untuk diakomodasi dapat diperjuangkan hingga terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ada sebagian aspirasi yang mungkin tidak bisa direalisasikan dan kita maklumi karena menyesuaikan kebijakan pemerintah. Namun, kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan reses ini. Semoga semua berjalan baik, aman, dan damai,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Putra Qamaluddin atau yang akrab disapa Bang Qamal mengatakan seluruh masukan masyarakat akan dikawal dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam agenda pembangunan Kota Banjarbaru.

Menurutnya, reses tidak semata-mata menjadi kegiatan untuk mendengarkan keluhan warga, tetapi juga menjadi kesempatan melihat langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Hari ini alhamdulillah ulun (saya) berada di Kampung Iwak mengadakan reses bersama warga. Menariknya, reses ini dibersamai oleh kawan-kawan dari HIPMI dan PPJI untuk berkolaborasi menjawab dan membina UMKM warga,” ujar Bang Qamal.

Selain aspirasi terkait jalan dan sarana keagamaan, warga juga menyampaikan kebutuhan pengembangan ekonomi melalui pelaku UMKM.

Sejumlah dukungan sebelumnya telah diberikan, di antaranya bantuan peralatan memasak bagi pelaku usaha serta dukungan terhadap kelompok menjahit.

“Masyarakat di sini jangan berkecil hati. Perjuangan mereka ada bersama ulun dan kawan-kawan organisasi. Kinerja DPRD tidak harus bergerak sendiri, tetapi bisa menjadi perjuangan bersama kawan-kawan yang aktif mendorong ekonomi warga,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, Bang Qamal turut menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) untuk membuka akses pembinaan bagi pelaku UMKM.

Ketua Bidang 3 Sumber Daya Manusia (SDM), Kehutanan, dan Lingkungan Hidup HIPMI Banjarbaru, Dika, mengatakan pihaknya tengah menggagas program inkubator bisnis yang akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM.

“Untuk kolaborasi HIPMI dengan pemerintah kota, itu melalui inkubator pendampingan usaha dan pelatihan. Bagi UMKM yang ingin mendapatkan pelatihan atau pendampingan, bisa langsung mendaftar di inkubator HIPMI yang kita gagas,” kata Dika.

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Materi pendampingan nantinya mencakup manajemen keuangan, strategi pemasaran, kemitraan dan kolaborasi.

Dika berharap keberadaan inkubator tersebut dapat membantu pelaku UMKM memperkuat fondasi usaha sekaligus memperluas jejaring dengan pengusaha yang lebih berpengalaman.

“Di HIPMI banyak pengusaha muda dan berpengalaman. Jadi, salah satu manfaatnya adalah para pelaku UMKM diharapkan bisa berkolaborasi langsung dengan para pengusaha yang sudah berpengalaman,” jelasnya.

Reses di Kampung Iwak pun menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung, mulai dari infrastruktur jalan dan paving block, sarana Habsyi, hingga dukungan pengembangan UMKM.

Seluruh aspirasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan sesuai kewenangan, ketentuan, dan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Banjarbaru. (nurul octaviani)

Pos terkait