Tren Kasus ISPA Bulan Agustus Capai 4.391, Dinkes Banjar Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 4.391 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Banjar, Anita Yuliana, S.SiT., M.Kes., mengatakan terdapat tren peningkatan kasus ISPA, khususnya di sejumlah wilayah yang terdampak paparan asap.

Bacaan Lainnya

Menurut Anita, peningkatan kasus saat ini lebih banyak terjadi pada kelompok usia dewasa. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh yakni masih tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah.

“ISPA memang ada peningkatan, terutama di wilayah Gambut, Sungai Tabuk 1 dan Kertak Hanyar. Namun, penyebab ISPA tidak hanya karena asap karhutla. Bisa juga disebabkan bakteri, virus influenza, serta pola hidup dan kebersihan,” ujar Anita, Kamis (27/8/2026).

Ia menyebut Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk menjadi beberapa wilayah dengan tren kasus ISPA yang cukup tinggi. Peningkatan paling terlihat berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1.

Sementara di Kecamatan Karang Intan, peningkatan kasus ISPA disebut masih relatif rendah. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang tidak terlalu kuat menjangkau wilayah tersebut.

“Untuk Karang Intan memang ada peningkatan, tetapi tidak banyak. Kemungkinan karena asap tidak terlalu mengarah ke wilayah tersebut,” jelasnya.

Mengantisipasi dampak paparan asap, Dinkes Kabupaten Banjar terus melakukan pemantauan atau surveilans serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Pembagian masker juga dilakukan, termasuk menyasar sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat, terutama di kawasan yang terdampak asap.

Anita mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

“Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya tidak usah keluar rumah. Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Jaga kesehatan dan kebersihan, banyak minum air putih. Apabila menderita sakit, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Terkait kondisi pasien ISPA yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, Anita memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari puskesmas mengenai pasien ISPA yang harus menjalani rawat inap akibat paparan asap.

“Untuk saat ini kami belum menerima informasi dari puskesmas bahwa ISPA ini sampai dirawat inap,” ungkapnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak panik menghadapi kondisi udara yang dipengaruhi asap karhutla.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut turun langsung melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dan paparan asap di Kabupaten Banjar.

Tim Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinkes Kabupaten Banjar mendatangi Puskesmas Sungai Tabuk 1 untuk melihat kondisi secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga membagikan masker kepada masyarakat dan sejumlah sekolah sebagai langkah pencegahan terhadap dampak paparan asap.

“Mereka ingin melihat langsung kondisi sebenarnya, seperti apa asap di daerah Kabupaten Banjar. Tadi juga berkunjung ke Puskesmas Sungai Tabuk 1, didampingi Dinas Kesehatan Provinsi dan tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar,” tutur Anita.

Dengan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah, Dinkes Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Penggunaan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah menjadi langkah yang dianjurkan, khususnya ketika paparan asap semakin meningkat. (nurul)

Pos terkait