Misa Malam Natal di Landasan Ulin, Pastor Tarsisius: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Paroki St. Yohanes Pemandi Landasan Ulin saat umat Kristiani melaksanakan Misa Malam Natal, Rabu (24/12/2025) malam. 

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menjadi pesan utama refleksi iman bagi seluruh umat.

Bacaan Lainnya

Misa dipimpin oleh Pastor Tarsisius Asmat, MSF, didampingi Pastor Agustinus Doni Tupen. Dalam homilinya, Pastor Tarsisius menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama kehidupan manusia sekaligus penopang keberlangsungan masyarakat dan bangsa.

Ia menyampaikan, tema Natal tahun ini mengajak umat untuk kembali menata dan merawat kehidupan keluarga. Menurutnya, kualitas sebuah masyarakat bahkan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi keluarga.

“Ketika keluarga dijaga dengan baik, masyarakat akan tumbuh sehat. Sebaliknya, jika keluarga diabaikan, sebuah bangsa bisa mengalami kehancuran. Kristus lahir dalam keluarga agar dunia diperbaharui melalui keluarga,” tutur Pastor Tarsisius.

Ia juga berharap agar keluarga-keluarga Kristiani senantiasa hidup dalam kesetiaan, kasih, sukacita, dan kesejahteraan, sehingga mampu menghadirkan damai tidak hanya dalam lingkup rumah tangga, tetapi juga bagi bangsa dan negara.

Perayaan Misa Malam Natal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Natal Paroki St. Yohanes Pemandi Landasan Ulin. 

Rangkaian tersebut diawali dengan Ibadah Tobat dan Pengakuan Dosa pada 17 Desember, dilanjutkan Misa Malam Natal pada 24 Desember, Perayaan Hari Raya Natal pada 25 Desember, Pesta Keluarga Kudus pada 28 Desember, dan ditutup dengan Hari Raya Epifani pada 4 Januari mendatang.

Ketua Pelaksana Natal 2025 Paroki St. Yohanes Pemandi Landasan Ulin, Rosita, menyampaikan bahwa kehadiran Yesus dalam keluarga hendaknya menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

“Keluarga diharapkan menjadi tempat saling meneguhkan, ruang pengampunan, dan kasih. Natal bukan sekadar tradisi atau seremoni, melainkan panggilan untuk mewujudkan kasih Allah melalui kepedulian, solidaritas, dan pelayanan nyata,” ujarnya.

Melalui perayaan Natal ini, umat Paroki St. Yohanes Pemandi Landasan Ulin diajak untuk membawa terang dan damai Natal mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga masing-masing. (nurul octaviani)

Pos terkait