Dikira Ular, Ternyata Kodok Warga Martapura Panik, Damkar Banjar Turun Tangan

MARTAPURA, dnusantarapost.com  – Gara-gara karpet rumahnya bergerak misterius, satu keluarga di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dibuat panik bukan main. 

Diduga ada ular bersembunyi di bawahnya, mereka langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar). Namun, hasil pemeriksaan di luar dugaan: bukan ular, melainkan seekor kodok.

Bacaan Lainnya

Peristiwa unik ini terjadi pada Selasa (29/7) malam di Jalan Permata, Desa Bincau. Petugas Damkar dari tim Animal Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjar dikerahkan setelah menerima laporan dari warga yang melihat karpet rumahnya bergerak sendiri.

“Pelapor sempat mengirim video. Bentuk tonjolan di balik karpet terlihat mirip kepala ular,” kata Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarpras DPKP Banjar, M Kasyaf R, Rabu (30/7).

Tim langsung menuju lokasi dengan perlengkapan lengkap dan kewaspadaan tinggi. Setelah karpet dibuka, ternyata bukan ular yang ditemukan, melainkan seekor kodok yang sudah dalam kondisi mati lemas.

“Mungkin kodok itu mati karena terlalu lama tertutup karpet,” ujar Kasyaf.

Meski sempat menjadi momen lucu, Kasyaf memaklumi kepanikan warga. Pasalnya, kasus ular masuk rumah memang meningkat di wilayah Kabupaten Banjar dalam beberapa waktu terakhir.

“Selama Juli 2025 saja, kami menerima 23 laporan penanganan ular, sebagian besar adalah ular berbisa seperti kobra,” ungkapnya.

Ia menambahkan, cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor meningkatnya pergerakan ular ke pemukiman. Gangguan terhadap habitat alami membuat ular mencari tempat baru yang lembap dan teduh, seperti rumah warga.

“Jika rumah berada di kawasan padat dan kurang bersih, populasi tikus meningkat. Itu otomatis menarik kehadiran ular,” jelas Kasyaf.

Kasyaf pun mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak bertindak gegabah saat menghadapi satwa liar, terutama ular.

“Jangan ambil risiko sendiri. Jika menemukan ular, segera hubungi layanan siaga DPKP Banjar,” pungkasnya. (nurul octaviani)

Pos terkait