Lebih dari Sekadar Otot: Bagi Wildan, Gym Adalah Tempat Menyembuhkan Diri

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Bagi sebagian anak muda, gym adalah tempat membentuk tubuh ideal. 

Tapi bagi Wildan (21), warga Martapura, tempat itu lebih dari sekadar ruang penuh alat beban dan cermin besar. Sejak 2018, gym adalah ruang aman—tempatnya berdamai dengan luka, memeluk diri sendiri yang dulu kerap dihina karena tubuh kurus.

Bacaan Lainnya

“Aku mulai ke gym karena sering dihina. Tapi justru itu yang jadi motivasi. Sekarang, setiap kali aku latihan, aku kasih tepuk tangan buat diriku sendiri—bukan untuk membalas, tapi untuk merayakan aku yang tetap jadi diri sendiri,” ujar Wildan, Sabtu (19/7/2025)

Di usia mudanya, Wildan termasuk Gen Z yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan semata tuntutan penampilan. 

“Yang paling penting justru bukan badan bagusnya, tapi pikiran yang lebih tenang,” tuturnya.

Baginya, olahraga bukan pelarian, melainkan pengolahan emosi. Ia bisa meluapkan perasaan tanpa harus banyak bercerita. 

“Selesai latihan, rasanya plong. Kayak semua energi negatif ikut keluar bersama keringat,” kata Wildan.

Manfaatnya terasa nyata: fisik yang lebih segar, mental yang lebih stabil, dan kemampuan rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan. 

“Badan bugar, jadi bisa bantu orang lain juga. Donor itu bentuk kecil dari kontribusi,” katanya.

Yang membuat Wildan betah adalah suasana kekeluargaan di gym. 

“Kami saling sapa, saling bantu. Walau beda usia dan latar belakang, tapi kalau udah di sana, semua setara. Rasanya kayak punya keluarga kedua,” ujarnya.

Kisah Wildan menunjukkan bahwa olahraga bagi Gen Z tak lagi sekadar gaya hidup, tapi cara merawat diri, melawan luka dengan cara yang sehat, dan membangun hubungan sosial di luar dunia digital. (nurul octaviani)

Pos terkait