BANJARBARU – PLN ICON Plus SBU Regional Kalimantan menyelenggarakan kegiatan ICONNET Virtual Academy (IVA) pada Selasa (10/6), yang berlangsung di kantor PLN UPDL Banjarbaru.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari billman dan tenaga penjual dari berbagai wilayah di Kalimantan.
GM SBU Regional Kalimantan, Ingo Shalahuddin, menyampaikan bahwa program IVA ini digelar secara menyeluruh dari tingkat regional hingga nasional.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penjualan layanan internet rumah kami, yaitu ICONNET,” ujarnya.
Selain pelatihan teknis, IVA juga menanamkan nilai-nilai budaya kerja unggul dan kesetaraan antar individu.
Menurut Ingo, pelatihan ini ditujukan untuk menyatukan standar pelayanan di seluruh wilayah. Ia menekankan bahwa meskipun kota dan pelanggan berbeda, kualitas pelayanan harus tetap seragam.
“Misalnya, ada cara tertentu saat menghadapi tipe pelanggan tertentu, dan itu harus menjadi standar di semua daerah,” jelasnya.
Ia juga mendorong para tenaga penjual di Kalimantan agar dapat meningkatkan kinerjanya.
“Saat ini, posisi penjualan kita secara nasional ada di urutan ke-7. Kami berharap peringkat 7 dan 12 bisa tembus tiga besar nasional, agar bisa diundang ke pelatihan nasional,” harap Ingo.
Sebagai informasi, saat ini terdapat sekitar 10.000 pelanggan aktif ICONNET di Kalimantan Selatan. Ingo menyatakan optimis target 40.000 pelanggan dapat dicapai.
“Kami punya potensi 30.000 rumah yang tinggal dipasarkan. Tidak perlu pembangunan baru, tinggal strategi penjualan yang kita maksimalkan,” tambahnya.
Sementara itu, Fahriannor, salah satu tenaga penjual individu, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pelatihan ini.
“Kita bisa bertemu orang dari berbagai daerah dan saling bertukar pengalaman. Banyak ilmu baru yang saya dapat dari acara ini,” ucapnya.
Fahriannor saat ini berada di peringkat ke-7 nasional dalam hal penjualan ICONNET. Hingga 10 Juni 2025, ia telah berhasil memperoleh 594 pelanggan di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Supiannor, seorang billman, menyebut kegiatan ini merupakan kali kedua yang ia ikuti. Ia mengaku banyak mendapatkan relasi dan wawasan baru seputar ICONNET melalui pelatihan ini.
“Di wilayah saya, permintaan ICONNET sangat tinggi, terutama dari keluarga-keluarga. Kami menawarkan dengan menonjolkan keunggulan jaringan ICONNET,” jelasnya.
Salah satu keunggulan yang ia sampaikan adalah kecepatan pemulihan jaringan yang hanya membutuhkan waktu maksimal 22 jam.
“Tidak perlu menunggu lama, paling lama 22 jam sudah ditangani,” tutupnya. (nurul octaviani)





