Salvage KMP Virgo Transport 8 Tunggu Keputusan Asuransi P&I

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — PT Virgo Karya Shipping (VKS) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin menargetkan penetapan kontraktor dan metode pengangkatan bangkai KMP Virgo Transport 8 atau salvage pada 13 November 2026.

Kepastian tersebut diperlukan untuk mengejar batas waktu maksimal pengangkatan selama 180 hari yang ditetapkan pemerintah. Proses ini juga bertujuan memastikan alur pelayaran di perairan Banjarmasin tetap aman dan tidak terganggu.

Keterlambatan penentuan pelaksana salvage selama ini dipengaruhi mekanisme persetujuan anggaran dan penunjukan mitra kerja yang berada di bawah kewenangan pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I) dari luar negeri.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas I Banjarmasin telah melayangkan surat teguran kepada manajemen pemilik kapal dan pihak P&I. Teguran tersebut disertai dorongan agar kontraktor dalam negeri diprioritaskan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Sementara itu, PT Virgo Karya Shipping menyatakan persiapan teknis di lokasi telah berlangsung lebih dari 17 hari. Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah membersihkan sisa tumpahan minyak pada lambung kapal menggunakan bahan kimia khusus.

Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, mengatakan pihaknya masih mengupayakan kepastian penunjukan mitra pelaksana salvage melalui koordinasi dengan pihak asuransi.

“Mengenai tanggal dan waktu pastinya salvage, kami dari pihak PT Virgo terus melakukan upaya kepastian. Pada tanggal 13 November kami dijadwalkan meeting dengan P&I, mohon doanya agar sudah dapat kepastian mitra salvage lokal mana yang ditunjuk beserta metodenya. Kami tetap komitmen melakukan pengangkatan kapal ini,” ujar Simson.

Ia menjelaskan, pembersihan sisa minyak di dalam lambung kapal menjadi bagian penting dari persiapan teknis, terutama untuk mendukung keselamatan penyelam pada tahapan pekerjaan berikutnya.

“Kami melakukan pembersihan di dalam lambung kapal menggunakan bahan kimia. Tujuannya supaya ketika dilakukan tahapan selanjutnya, tidak ada kendala, terutama jarak pandang penyelam dan gangguan terhadap pernapasan mereka akibat minyak yang masih tertumpah,” jelasnya.

Namun, pekerjaan pembersihan dan penyelaman awal menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca ekstrem, arus bawah laut yang menguat secara tiba-tiba, serta pergerakan bangkai kapal.

Kondisi tersebut membuat tim harus menghentikan kegiatan penyelaman dan pembersihan secara berkala demi menjaga keselamatan personel. Dalam kondisi normal, kegiatan penyelaman berlangsung selama dua hingga dua setengah jam.

“Kami akan hentikan dulu sementara penyelaman atau pembersihan ini. Setelah kondisi alam memungkinkan, baru kami lakukan kembali. Itu yang membuat pekerjaan terkadang tidak maksimal,” kata Simson.

Adapun metode pengangkatan bangkai kapal masih dalam pembahasan bersama tim P&I. Dua opsi yang dipertimbangkan adalah pemotongan bangkai kapal di bawah air atau pengangkatan kapal secara utuh.

Penetapan kontraktor dan metode salvage pada 13 November mendatang diharapkan menjadi dasar untuk melanjutkan proses pengangkatan bangkai KMP Virgo Transport 8. Seluruh tahapan pekerjaan diarahkan agar dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan personel, keamanan pelayaran, dan aspek lingkungan. (Alf/Vina)

Pos terkait