Remaja 14 Tahun Terpapar Radikalisme, Erny Wahdini: Pendampingan dan Pemulihan Terus Berjalan

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) terus melakukan pendampingan terhadap seorang remaja berusia 14 tahun asal Kabupaten Banjar yang terindikasi terpapar paham radikalisme.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, mengatakan pendampingan dilakukan sejak pihaknya menerima laporan resmi dari aparat berwenang pada akhir April 2026.

Bacaan Lainnya

Setelah menerima informasi tersebut, tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Banjar langsung melakukan penjangkauan untuk memastikan kondisi anak sekaligus memberikan perlindungan awal.

“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan asesmen awal dan memberikan pendampingan kepada anak bersama pihak-pihak terkait,” ujar Erny, Selasa (7/7/2026)

Ia menjelaskan, hasil asesmen lanjutan yang melibatkan psikolog menunjukkan anak memerlukan penanganan secara medis maupun psikologis. Karena itu, Dinsos P3AP2KB memfasilitasi layanan psikoterapi dan perawatan di RSJ Sambang Lihum melalui mekanisme rawat jalan.

Menurut Erny, hingga saat ini perkembangan kondisi anak menunjukkan hasil yang positif dan proses pendampingan masih terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor kerentanan yang memengaruhi kondisi anak, di antaranya berasal dari lingkungan keluarga yang tidak utuh serta pengalaman menjadi korban perundungan di sekolah hingga akhirnya tidak lagi melanjutkan pendidikan.

Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan terpengaruh konten negatif yang diakses melalui media sosial.

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Banjar memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Banjar. Edukasi mengenai Sekolah Ramah Anak serta pencegahan perundungan terus disosialisasikan kepada peserta didik maupun orang tua.

Selain itu, Erny mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di dunia mata maupun dunia maya.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi perkembangan perilaku dan aktivitas anak, baik di lingkungan rumah maupun di dunia digital. Apabila anak mulai sering membicarakan kekerasan, menunjukkan perilaku agresif seperti memukul orang di sekitarnya, atau bahkan menyakiti dirinya sendiri, jangan dianggap sebagai kenakalan biasa. Kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dan pendampingan, termasuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar penanganan dapat dilakukan sejak dini,” ujar Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini.

Menurutnya, membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga, membatasi penggunaan gawai serta mendorong anak mengikuti kegiatan positif di masyarakat menjadi upaya penting untuk mencegah paparan pengaruh negatif dari dunia maya.

“Peran keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak. Pendampingan, komunikasi, dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial harus terus diperkuat,” katanya.

Erny menegaskan, pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi. Setelah kondisi anak dinyatakan pulih oleh tim medis, Dinsos P3AP2KB akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar yang bersangkutan dapat kembali mengenyam pendidikan dan melanjutkan masa depannya. (tata)

Pos terkait