BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Aktivitas di Lapangan Basket Siring Bekantan terlihat sepi setelah Dinas Kebudayaan Olahraga Kepemudaan dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, mengumumkan retribusi untuk fasilitas tersebut. Kondisi itu menuai sejumlah tanggapan dan usulan dari warga agar lapangan kembali ramai digunakan, Jumat (5/02).
Salah seorang warga, Erza, menilai kondisi lapangan saat ini sudah cukup baik dengan adanya pagar pembatas di sekeliling area. Namun, ia mengusulkan peningkatan fasilitas pendukung. “Lapangan sudah bagus, ditambah pagar. Mungkin bisa ditambah fasilitas, seperti diberi atap, agar tidak kehujanan atau kepanasan,” ujarnya.
Warga lainnya, Syaief, mengusulkan adanya jam gratis khusus bagi pelajar yang menggunakan lapangan untuk latihan. “Harusnya ada jam gratis untuk pelajar latihan. Misalnya pagi minggu, bisa jamnya dikosongkan,” katanya.
Usulan serupa disampaikan oleh Yogi, yang menyoroti tarif retribusi yang dinilai masih cukup tinggi. Ia berharap pemerintah daerah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut. “Tarifnya masih mahal, untuk pelajar sekolah. Kebijakan tarif nya perlu dirumus ulang supaya lebih memberi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu usulan berbeda disampaikan oleh Mail, fasilitas umum seperti lapangan basket seharusnya tidak dibebani retribusi dan dapat di alokasikan melalui anggaran daerah. “Fasilitas umum jangan terus dikaitkan dengan retribusi. Pajak masyarakat sudah ada, jadi pengelolaannya bisa dibebankan ke APBD supaya tidak membebani warga,” tegasnya saat ditemui Jumat sore.
Warga berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam pengelolaan Lapangan Basket Siring Bekantan, agar dapat memberikan kenyamanan masyarakat.





