Petani Martapura Timur Panen Paksa Akibat Sawah Terendam

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Cuaca ekstrem membuat sejumlah petani di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, terpaksa memanen padi lebih awal karena lahan persawahan mulai terendam air.

Padahal, padi yang mereka tanam baru saja menguning. Namun demi menghindari gagal panen, para petani memilih tetap memanen sambil berendam di sawah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menyebut kondisi ini sebagai force majeure karena tidak terprediksi.

“Terus terang kami tidak menduga hal ini terjadi, maka bisa kami katakan ini adalah force majeure,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Ia menjelaskan, Dinas Pertanian sebelumnya sudah melakukan tunda tanam untuk mengantisipasi anomali cuaca. “Biasanya musim tanam di bulan Mei, dan ini sudah kami undur ke bulan Juli,” jelasnya.

Meski demikian, curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir tetap membuat sejumlah lahan terendam. 

Bahkan, pada Minggu (14/9/2025) tinggi air di sawah mencapai sepaha orang dewasa, dan saat ini surut menjadi selutut orang dewasa.

Warsita mengatakan pihaknya masih mendata luasan sawah yang terdampak serta jumlah petani yang dirugikan. “Kita ada program asuransi untuk para petani. Nanti setelah data rampung, bantuan akan kita salurkan melalui dana daerah,” tambahnya.

Salah seorang petani di Pekauman, Sairi mengaku pasrah dengan kondisi ini. 

“Kalau tidak dipanen sekarang, bisa habis terendam. Meski belum benar-benar matang, setidaknya ada yang bisa dibawa pulang,” ucapnya. (nurul octaviani)

Pos terkait