Akibat Hujan Deras, Kerusakan Jalan Poros Desa Penghasil Aren Di Tanah Laut Makin Meluas

PELAIHARI – Kerusakan badan jalan menuju Desa Guntung Besar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meluas akibat dari hujan deras.

Setidaknya, dalam kejadian tersebut ada dua titik kerusakan jalan yang mengganggu. Diantaranya, lapisan aspal yang terkelupas kian meluas dan mulai menimbulkan lubang.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan tanggapan warga setempat, pada Jum’at (27/10/2023), salah satu titik kerusakan tersebut dampak dari hujan yang mengguyur beberapa hari lalu, sehingga air meluapi badan jalan tersebut.

Sebab itu, warga membuat saluran kecil di sisi bahu jalan setempat agar memperlancar pergerakan air apabila dikemudian hari terjadi hujan kembali.

“Terjadi hujan sekali saja airnya sudah menggenang sehingga menyebabkan permukaan badan jalan tambah rusak,” sebut Norma Dahlia, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Guntung Besar.

Pasca hujan badan jalan menuju kampungnya menjadi cukup licin dan becek. Terlebih pada dua lokasi kerusakan tersebut sehingga dikeluhkan oleh warga.

Ia mengatakan bahwa badan jalan poros menuju Guntung Besar yang mengalami kerusakan berlokasi di lingkungan RT 3 Dusun 1.

Adapun total bentang jalan yang mengalami kerusakan sekitar satu kilometer. Sementara itu, warga Guntung Besar berharap agar pemerintah daerah segera memperbaiki dan mengaspal jalan vital tersebut.

Terlebih jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk memasarkan hasil Bumi ke Kota, Kabupaten maupun Desa sekitar lainnya. Khususnya aren dan hasil olahannya menjadi salah satu produk kekinian yang hingga saat ini terus dikembangkan.

Untuk diketahui Guntung Besar termasuk salah satu penghasil aren di Kabupaten Tanah Laut. BUMDes di desa ini sejak beberapa bulan silam juga telah mulai memproduksi lahang, air aren murni, dan akan segera menyusul gula semut yang semuanya berbahan baku aren.

Norma mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang beberapa waktu lalu telah membangun jembatan box culvert di jalan poros menuju kampungnya.

Jembatan box culvert tersebut sangat bermanfaat, dan mampu mengatasi kerusakan parah pada lokasi tersebut di jalur jalan setempat.

“Warga di kampung kami berharap kerusakan badan jalan yang ada saat ini dapat segera ditangani, sekaligus diaspal. Kalau tidak cepat ditangani berpotensi makin tambah parah rusaknya kalau nanti musim hujan tiba,” tutur Norma.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar