BALANGAN, dnusantarapost.com – Dinas Ketahan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balangan imbau para budidaya ikan keramba di sekitaran area sungai Balangan, untuk istirahat membudidayakan ikan mas untuk 3-5 tahun kedepan.
Alasan imbauan tersebut dikarenakan akibat adanya Virus Herpes Koi (KHV).
Kepala Bidang Perikanan DKP3, Marlina Susanti menyebutkan untuk saat ini pembudidayaan ikan mas tidak disarankan lagi oleh pemerintah pusat terutama di area sungai.
“Virus herpes ini penyebaran nya sangat cepat dan menular ke sesama ikan mas,” ujarnya, Selasa (2/7/2024) di Balangan.
Marlina juga menyampaikan, dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun tersebut, pembudidaya ikan keramba dapat berpindah sementara ke ikan nila.
Untuk itu, demi memutus rantai penyebaran virus herpes pada ikan mas, dianjurkan seluruh pembudidaya keramba yang ada di area sungai Balangan untuk berhenti membudidayakan ikan mas nya.
“Sebenarnya virus herpes pada ikan mas ini tidak berbahaya apabila dikonsumsi oleh manusia, akan tetapi nilai jual ikan mas akan menurun dikarenakan ikan yang tidak sehat dan memiliki tampilan yang tidak segar,” katanya.
Untuk ciri-ciri awal ikan mas yang terkena virus herpes, terdapat luka luka di tubuhnya dan ikan mas terlihat tidak aktif atau lemas.
“Kalau sudah parah, itu ingsang nya akan membusuk akibat virus herpes dan tidak lama lagi ikan akan mati,” pungkasnya.






