DKP3 Balangan Sosialisasikan Menu B2SA di SMAN 1 Paringin, Neneng : Program Ini Targetkan 5.000 Pelajar

BALANGAN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) yang juga bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Balangan melaksanakan sosialiasi menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Goes to School yang bertempat di SMA Negeri 1 Paringin, (14/5/2024).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 356 siswa dan para guru SMA Negeri 1 Paringin.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala DKP3 Balangan, Mukhlis menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak terkait atas terlaksananya kegiatan ini, terutama kepada Kabid Ketahanan Pangan beserta jajarannya.

“Mudah-mudahan kedepannya program B2SA ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan, dan juga kegiatan ini bertujuan dalam rangka menurunkan angka stunting di Kabupaten Balangan,” ujarnya.

Neneng Jamilal, Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Balangan menambahkan kegiatan B2SA ini merupakan program yang sejalan dengan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas)

“Program B2SA ini menargetkan 5.000 siswa dan siswi, dimana terdiri dari Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA,” ungkapnya.

“Program ini juga sasarannya ke kader-kader posyandu desa dan sudah ke-9 kali program ini dilaksanakan dan targetnya harus selesai di tahun 2024 ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Paimin, Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) bidang humas SMA Negeri 1 Paringin mengatakan, kegiatan ini dapat mengedukasi kepada peserta didik untuk memahami dan mengenal tentang apa itu menu B2SA.

“Kebanyakan anak-anak terbiasa dengan pola makan yang tidak teratur, kadang tidak sarapan kemudian makan-makanan yang kurang sehat dan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini tentu sangat mengedukasi mereka,” ucapnya.

Paimin berharap untuk kedepannya program ini tidak hanya untuk para siswa saja, melainkan para orangtua juga harus di edukasi agar orangtua juga merespon kepada anak-anak mereka untuk membekali dengan bekal sarapan yang sehat supaya nutrisi mereka terpenuhi dan otomatis daya konsenterasi untuk menyerap pembelajaran itu jauh lebih mudah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *