Penanaman 237.500 Pohon di Meratus, Kolaborasi Pemkab HST dan BPDAS Barito

Dnusantarapost.com, Hulu Sungai Tengah (HST) – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) berkolaborasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Barito Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam 237.500 pohon pada lahan seluas 380 hektare di Kawasan Pegunungan Meratus, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Minggu (13/8/2023).Pemerintah setempat dan BPDAS-HL Barito KLHK serta Kelompok Tani Suka Maju Desa Hinas Kiri menargetkan penanaman tersebut selesai pada Desember 2023, diantaranya Pohon Sungkai, Karet, Meranti, Durian, Alpukat, dan Jengkol.

Bacaan Lainnya

Bupati HST mengatakan, “Seluruh hasil panen nanti untuk warga desa, dari masyarakat dan untuk masyarakat.”

Bupati HST menyebutkan kerja sama tersebut merupakan komitmen pemerintah setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya melindungi Pegunungan Meratus.

“Hasil panen kebun untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat desa,” ucapnya.

Pihanya menuturkan manfaat penanaman pohon tidak hanya untuk memetik hasil panen saja, tetapi juga untuk keberlangsungan makhluk hidup di lingkungan hutan.

Sementara itu, Kepala BPDAS Barito KLHK Supriyanto Sukmo Sejati selaku penyelenggara menyebutkan program tersebut merupakan salah satu program prioritas dari KLHK memilih kelompok tani di desa untuk mengelola hutan produksi.

Pihaknya mengungkapkan anggaran program tersebut menggunakan APBN yang dikelola oleh Kelompok Tani terpilih dengan pengawasan dari BPDAS Barito.

Lebih lanjut, tahun pertama fokus pada penanaman hingga Desember 2023 kemudian pada 2024 fokus pemeliharaan dan tahun berikutnya diserahkan kepada Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) kabupaten setempat untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat Kelompok Tani.

Pihaknya mengatakan, luas lahan yang siap tanam di hutan produksi tersebut kurang lebih 50 hektare, sedangkan 330 hektare lagi sedang tahap persiapan. Dimana saat ini bibit pohon sudah tersedia, namun masih menunggu kondisi cuaca ekstrim berakhir agar efektif melakukan penanaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar