BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari keempat pada Rabu (16/9/2026). Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang berupa bungkusan paket yang kemudian diamankan di KRI I Gusti Ngurah Rai-332.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, mengatakan barang-barang tersebut ditemukan dalam rangkaian operasi pencarian di lokasi kecelakaan.
“Barang bukti yang ditemukan tadi ada berupa bungkusan-bungkusan paket. Tapi kita tidak bisa membuka datanya karena wewenangnya KNKT,” ujar Galih Nurna.
Menurut dia, barang-barang yang ditemukan akan diserahkan kepada KNKT untuk kepentingan penanganan dan investigasi kecelakaan. Barang tersebut untuk sementara diamankan dengan prosedur yang berlaku.
Temuan tersebut belum dapat disimpulkan berkaitan dengan identitas korban maupun penyebab kecelakaan. Informasi lebih lanjut mengenai isi dan keterkaitan barang dengan kecelakaan menjadi kewenangan KNKT.
Pada hari keempat, operasi SAR gabungan juga memperluas wilayah pencarian korban KM Virgo Transport 8. Area pencarian diperluas hingga 6.120 mil laut persegi dengan mengerahkan unsur udara dan laut di sejumlah sektor.
Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Tim melakukan penyisiran berdasarkan pembagian sektor untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan sejumlah unsur untuk mendukung operasi SAR, di antaranya KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51, serta dukungan pesawat dan helikopter.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan pemerintah juga akan melibatkan tenaga ahli dari luar negeri dalam proses penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Menurut Suntana, tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat akan dilibatkan bersama ahli dari Indonesia. Keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pemanfaatan teknologi dalam penanganan kecelakaan.
“Seperti yang sudah disampaikan Kepala Basarnas, tim yang akan datang melibatkan ahli-ahli dari negara Hong Kong dan dari negara Amerika. Kami juga akan melibatkan tim Indonesia sebagai proses pembelajaran karena teknologi saat ini dimiliki oleh mereka,” kata Suntana.
Hingga operasi SAR hari keempat, pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan. Tim gabungan mengoptimalkan penyisiran melalui armada laut dan udara.
Sementara itu, barang-barang yang ditemukan dalam operasi pencarian diamankan untuk selanjutnya diserahkan kepada KNKT. Penanganan barang tersebut menjadi bagian dari proses investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat kapal dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin. Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya. (Alf/Vina)





