BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Aksi demonstrasi Aliansi Rakyat Kalsel bersama Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan di depan Gedung DPRD Kalsel berakhir pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Aksi tersebut ditutup dengan penandatanganan pakta integritas dan kesepakatan terkait sembilan poin tuntutan, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya untuk mempercepat penanganan karhutla. Komitmen itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, setelah mendengarkan aspirasi mahasiswa.
“Hari ini kita sudah mendengar aspirasi teman-teman BEM se-Kalsel dan Pemprov punya komitmen yang sama. Kita ingin kejadian karhutla di Kalsel kita upayakan bisa kita tanggulangi secepat-cepatnya dan kemudian hari tidak akan terulang kembali. Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur sudah jelas, kita tidak akan meninggalkan masyarakat kita,” kata Ariadi.
Ia mengatakan, Pemprov Kalsel juga terus mendorong dan melobi pemerintah pusat agar memberikan dukungan dalam penanganan karhutla. Menurut Ariadi, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran Rp1,2 triliun untuk delapan provinsi terdampak karhutla, termasuk Kalimantan Selatan.
“Artinya nasional sudah sadar betul bahwa ini tidak biasa-biasa lagi. Kita di Kalsel bersama Forkopimda siang malam bekerja di lapangan, tidak ada kata membiarkan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Aliansi BEM se-Kalsel, M. Rizky, menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas dan kesepakatan tuntutan bukanlah akhir dari perjuangan mahasiswa. Pihaknya akan mengawal pelaksanaan setiap poin yang telah disepakati bersama pemerintah.
“Terkait apa yang kami bawakan hari ini sebenarnya sudah disepakati bahwa segala poin tuntutan akan segera diimplementasikan. Namun yang jelas kami hari ini belum menang, kami akan tetap mengawal apa yang disepakati. Jika tidak ditepati, kami yakini kami akan kembali lagi turun ke jalan,” kata Rizky.
Setelah penandatanganan kesepakatan, massa Aliansi Rakyat Kalsel dan Aliansi BEM se-Kalsel membubarkan diri secara tertib pada Kamis malam.
Kesepakatan tersebut menjadi tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang menuntut penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawasi realisasi sembilan poin tuntutan yang telah disepakati bersama pemerintah daerah. (Alf/Vina)





