Bupati Batola Pantau Pilkades, 7 Desa Terapkan Sistem E-Voting

BARITO KUALA, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar monitoring Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak guna memastikan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan aman, lancar, dan transparan.

Dari sejumlah desa yang melaksanakan Pilkades, tujuh di antaranya menerapkan sistem elektronik atau E-Voting. Monitoring dilakukan oleh dua tim yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi bersama Forkopimda Batola, Minggu (7/6/2026).

Bacaan Lainnya

Untuk memastikan seluruh proses berjalan kondusif, pemantauan dibagi menjadi dua tim.

Tim 1 yang dipimpin Bupati bersama Forkopimda melakukan monitoring ke Desa Sungai Pantai (Kecamatan Rantau Badauh), Desa Karang Bunga (Kecamatan Mandastana), Desa Beringin (Kecamatan Alalak), Desa Tinggiran Tengah (Kecamatan Mekarsari), dan Desa Purwosari I (Kecamatan Tamban). Usai pemantauan, rombongan melanjutkan perjalanan melalui penyeberangan feri Sungai Lumbah–Lauk Tambak menuju Pawon Tlogo Handil Bakti, Kecamatan Alalak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Pilkades Serentak kali ini dilaksanakan di 25 desa, ditambah delapan desa yang menggelar Pemilihan Antar Waktu (PAW).

“Ini merupakan kebanggaan bagi kita bersama. Kita ingin mewujudkan pemimpin yang transparan dan terbuka sesuai dengan keinginan hati masyarakat. Dengan begitu, ke depan kita bisa membangun desa bersama-sama dengan baik,” ujar H Bahrul Ilmi.

Pilkades tahun ini terasa berbeda dengan diterapkannya sistem E-Voting di tujuh desa, yakni Desa Batik Kecamatan Bakumpai, Desa Sungai Teras Luar dan Desa Sungai Telan Besar Kecamatan Tabunganen, Desa Beringin Kecamatan Alalak, Desa Sidomakmur dan Desa Karya Maju Kecamatan Marabahan, serta Desa Indah Sari Kecamatan Mekarsari.

Saat memantau langsung proses E-Voting di Desa Beringin, Kecamatan Alalak, Bupati mengapresiasi inovasi digital tersebut. Menurutnya, penggunaan teknologi E-Voting mampu menekan biaya operasional sekaligus mempercepat proses rekapitulasi hasil pemilihan.

Meski berjalan lancar, H Bahrul Ilmi juga memberikan sejumlah catatan evaluasi. Salah satunya terkait antrean pemilih di desa dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang besar namun hanya menggunakan satu unit perangkat E-Voting.

Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah jumlah perangkat menjadi dua hingga tiga unit untuk mempercepat proses pemungutan suara.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan genset sebagai sumber listrik cadangan mengingat sistem pemilihan sepenuhnya menggunakan perangkat elektronik.

Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Barito Kuala, H. Meri Apriansyah, turut mengapresiasi kehadiran Bupati dan Forkopimda Batola yang turun langsung memantau pelaksanaan Pilkades Serentak. Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan daerah menjadi bentuk perhatian nyata terhadap proses demokrasi di tingkat desa.

“Ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Barito Kuala karena pelaksanaan Pilkades berlangsung dengan baik dan sebagian desa sudah menerapkan sistem E-Voting yang lebih modern serta transparan. Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Bupati yang langsung meninjau pelaksanaan Pilkades di lapangan,” ujar Meri.

Ia berharap para pembakal yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan persatuan pasca kontestasi.

“Siapa pun yang terpilih adalah pilihan masyarakat. Semoga para pembakal yang mendapat amanah dapat merangkul seluruh warga dan membawa kemajuan bagi desa masing-masing,” harapnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Barito Kuala berjalan tertib dan lancar. Pemerintah daerah berharap proses demokrasi ini mampu melahirkan kepala desa yang amanah, responsif, dan siap mendorong pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Pos terkait