TAKISUNG, dnusantarapost.com – Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Padat Karya Bidang Sumber Daya Air di Kantor Kecamatan Takisung, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan penyerahan simbolis dokumen kontrak swakelola TP4 Program Padat Karya kepada perwakilan kelompok masyarakat.
Dalam sambutannya, Rahmat menegaskan bahwa program padat karya menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut karena tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.
“Padat karya adalah program yang menggunakan tenaga masyarakat setempat sehingga perputaran ekonomi bisa langsung dirasakan di desa,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan daerah diarahkan mulai dari tingkat desa dan RT karena masyarakat dinilai paling memahami kebutuhan lingkungan masing-masing, seperti pembangunan saluran irigasi kecil, gorong-gorong hingga pemeliharaan infrastruktur lingkungan.
Menurutnya, Kabupaten Tanah Laut memiliki sekitar 1.600 RT yang tersebar di 130 desa dan lima kelurahan. Namun, keterbatasan anggaran membuat program padat karya saat ini baru dapat dilaksanakan secara bertahap.
“Kita berharap seluruh RT nantinya dapat merasakan program ini sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Rahmat juga mengingatkan seluruh kepala desa agar turut mengawal pelaksanaan program secara transparan dan bertanggung jawab karena menggunakan anggaran negara dan daerah.
Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa kegiatan padat karya telah dimulai sejak Februari 2026 dan melibatkan 25 Ketua RT se-Kecamatan Takisung.
Program tersebut direncanakan berlangsung selama 60 hari kerja dengan progres fisik di lapangan mencapai hampir 30 persen di beberapa lokasi. Kegiatan meliputi pembersihan saluran irigasi, rehabilitasi jembatan hingga perbaikan saluran air.
Selain meningkatkan infrastruktur lingkungan, program itu juga menyerap sekitar 375 tenaga kerja dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp910 juta dari pembayaran upah pekerja. (nurul octaviani)





