Ledakan Mercon Saat Idulfitri, Remaja di Banjar Alami Luka Parah

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Suasana perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, mendadak berubah mencekam setelah terjadi ledakan mercon yang melukai seorang remaja, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 Wita di RT 02 Desa Melayu. Korban diketahui berinisial J (18), warga setempat.

Bacaan Lainnya

Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah rekannya bermain mercon sejak dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita, bertepatan dengan malam takbiran. 

Namun nahas, mercon yang sedang dipegang korban tiba-tiba meledak.

Ledakan itu mengakibatkan luka sobek serius pada telapak tangan kiri korban. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Melihat kondisi luka yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk penanganan lebih intensif. 

Ia dilaporkan harus menjalani operasi darurat.

Pembakal Desa Melayu, Asnan, membenarkan insiden tersebut. 

Ia menyebutkan bahwa tradisi bermain mercon saat malam takbiran memang sudah lama menjadi kebiasaan warga, khususnya di Desa Melayu dan Desa Pakauman yang dipisahkan oleh sungai.

“Setiap malam takbiran, warga di dua desa ini sering bermain mercon. Bahkan warga dari luar daerah juga banyak yang datang untuk ikut serta,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyayangkan kejadian yang menimpa korban, terlebih korban diketahui baru pertama kali mengikuti aktivitas tersebut.

Asnan pun berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menilai perlu adanya aturan yang lebih tegas dari pemerintah daerah untuk mengendalikan penggunaan mercon yang berbahaya.

“Kami berharap ada regulasi yang jelas, baik Perda maupun Perbup, agar masyarakat tidak lagi bermain mercon yang berisiko,” tegasnya.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih bijak dalam merayakan malam takbiran dan menghindari aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (nurul octaviani)

Pos terkait