MARTAPURA – Dalam upaya melestarikan kesenian tradisional khas Banjar, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar akan menggelar pelatihan seni panting bagi generasi muda.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang dan merupakan bagian dari program pengembangan kreativitas pemuda berbasis budaya lokal.
Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhari, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap kesenian panting yang saat ini mulai langka.
“Jika tidak disiapkan dari sekarang, bisa jadi kesenian panting akan semakin ditinggalkan. Maka dari itu, kita genjot pelestarian kesenian Banjar termasuk panting dan madihin,” ujarnya, Jumat (30/5/2025)
Pelatihan ini akan melibatkan lima grup, masing-masing terdiri dari tujuh orang.
Total peserta yang disasar sebanyak 35 orang, dengan rentang usia 16–30 tahun. Adapun syarat utama peserta adalah memiliki keterampilan bermain gitar dan kemampuan vokal dasar.
Kegiatan ini juga akan bersinergi dengan bidang kebudayaan untuk terus mengasah kemampuan para peserta.
Mereka yang sudah mendapatkan pelatihan secara bergiliran akan tampil di panggung terbuka, seperti alun-alun Ratu Zalecha (Raza), sebagai bentuk eksistensi dan promosi seni panting kepada masyarakat luas.
Muhari menambahkan, peserta akan difasilitasi dengan uang saku, konsumsi harian, serta cinderamata berupa kostum adat Banjar lengkap dengan laung sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.
“Harapannya, para pemuda dari desa dan kelurahan bisa membentuk grup seni secara berkesinambungan, sehingga mampu mengharumkan nama daerahnya sekaligus menekuni seni sebagai potensi karier masa depan,” tutup Muhari.
Kegiatan ini turut didukung oleh Dewan Kebudayaan Daerah dan forum-forum kepemudaan di wilayah Desa Gambut dan sekitarnya, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian warisan budaya Banjar. (nurul octaviani)






