MARTAPURA, dnusantarapost.com – Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan insan pers di Kabupaten Banjar. Ia mempersilakan wartawan berkoordinasi langsung dengan pejabat utama, kasat, kapolsek maupun kasi humas sesuai kebutuhan informasi di lapangan.
Hal itu disampaikan Boni saat bersilaturahmi bersama awak media di Kampung Nusantara Resort, Kamis (17/9/2026) siang.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai. Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres Banjar berdiskusi langsung dengan wartawan terkait pola komunikasi, kebutuhan informasi hingga kendala konfirmasi di lapangan.
Boni mengatakan, pertemuan itu menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara kepolisian dan media.
“Ini awal dari komunikasi dan koordinasi yang baik. Seiring berjalannya waktu, kita bisa saling mengisi dan bekerja sama dengan media,” ujarnya.
Menurut Boni, komunikasi dengan wartawan bukan hal baru baginya. Selama bertugas di Kalimantan Tengah, ia mengaku hubungan dengan awak media telah terjalin dengan baik dan masih berlangsung hingga saat ini.
“Seperti di tempat asal kerja saya di Kalteng, komunikasi dengan awak media sangat baik, bahkan berjalan hingga saat ini,” katanya.
Ia juga menyoroti banyaknya media yang aktif melakukan peliputan di Kabupaten Banjar. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Pengalaman saya bertugas, paling banyak 20 orang, yang aktif cuma 10. Kalau di Banjar ini luar biasa, cukup banyak medianya,” ungkap Boni.
Dalam kesempatan itu, wartawan turut menyampaikan sejumlah persoalan yang kerap ditemui ketika melakukan konfirmasi.
Hendra, jurnalis mediakalsel.com, menyinggung komunikasi dengan jajaran polsek yang menurutnya belum selalu berjalan lancar.
“Awal yang sangat baik dan hangat untuk ke depan. Terkait humas, hari ini lebih baik dari sebelumnya. Kendalanya adalah komunikasi dengan polsek-polsek yang kurang lancar. Jadi, apakah konfirmasi itu satu pintu atau bebas, kami mengikuti,” ujarnya.
Persoalan serupa juga disampaikan Rizal dari KBK News. Ia menyoroti kendala memperoleh data ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi masukan tersebut, Boni mengatakan wartawan tidak harus selalu melalui dirinya untuk mendapatkan informasi. Konfirmasi dapat dilakukan langsung kepada pejabat yang menangani bidang terkait.
“Bisa langsung konfirmasi dengan para kasat dan kapolsek atau kasi humas. Mungkin itu adalah prestasi mereka, jadi personal branding, silakan langsung, jangan ke saya,” kata Boni.
Namun, ia menjelaskan tidak seluruh informasi dapat langsung diberikan kepada media. Beberapa data masih harus ditahan karena berkaitan dengan proses pengembangan perkara.
“Kami minta rekan-rekan paham dan sabar. Intinya komunikasi yang baik dulu agar saling mengerti,” ujarnya.
Untuk informasi kecelakaan lalu lintas, Boni menyebut data yang diterima petugas di lapangan terkadang belum lengkap. Karena itu, pihaknya perlu melakukan pengecekan dan melengkapi informasi sebelum disampaikan.
Boni berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi semata. Ia ingin komunikasi antara Polres Banjar dan insan pers terus dibangun secara berkelanjutan.
“Ini bukan yang pertama dan terakhir, akan tetapi berlanjut untuk ke depannya,” tutupnya. (nurul)





