Kabut Asap Pekat Mulai Selimuti Banjarmasin, BPBD: Asap Kiriman

BANJARMASIN, dnusantarapost.com Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin sejak beberapa hari terakhir. Kondisi yang terasa sejak malam hingga dini hari itu membuat udara menyengat dan jarak pandang sempat berkurang.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak paparan asap, terutama risiko gangguan saluran pernapasan di tengah musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, memastikan kabut asap yang menyelimuti kota bukan berasal dari kebakaran lahan berskala besar di wilayah Banjarmasin.

Menurutnya, berdasarkan evaluasi di lapangan, asap tersebut merupakan kiriman dari daerah sekitar, terutama Kabupaten Banjar, kawasan Gambut dan sekitarnya, serta Kabupaten Barito Kuala (Batola).

“Walaupun ada yang kita rasakan ini dalam beberapa hari ini, terutama hari ini makin pekat, malam tadi juga, itu karena kiriman dari daerah-daerah tetangga, khususnya dari Kabupaten Banjar, daerah Gambut dan sekitarnya, dan juga yang dari Batola,” kata Husni Thamrin.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Banjarmasin menyebabkan kota tersebut dapat terdampak asap dari berbagai arah angin.

“Karena dari mana pun arah angin, kita ini terkepung, pasti akan merasakan kabut asap,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Kota Banjarmasin tetap mencatat adanya kebakaran lahan di wilayah kota sejak 15 Juli. Hingga saat ini, tercatat 27 kejadian kebakaran lahan dengan total luasan sekitar 2,8 hektare.

Namun, seluruh kejadian tersebut disebut berskala kecil dan dapat segera ditangani sehingga tidak memunculkan titik panas atau hotspot serta bukan menjadi sumber utama kabut asap yang saat ini menyelimuti Banjarmasin.

“Sampai sekarang, dari 15 Juli yang pertama kali terjadi kebakaran lahan hingga sekarang, sudah ada 27 kali kejadian di Kota Banjarmasin. Tapi skalanya kecil-kecil dan segera dapat diatasi,” jelasnya.

“Dari 27 kejadian itu tidak ada hotspot. Luasan keseluruhannya sekitar 2,8 hektare dan semuanya itu tidak menimbulkan sumber kabut asap di kita,” sambung Husni.

BPBD mencatat sebagian besar kebakaran lahan tersebut dipicu faktor kelalaian manusia. Salah satunya aktivitas membakar sampah yang kemudian api menjalar ke semak belukar di sekitarnya.

Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan sembilan kejadian dan Banjarmasin Utara sebanyak delapan kejadian. Kedua wilayah tersebut memiliki area lahan terbuka yang relatif luas.

“Kebetulan itu hampir semua karena kelalaian kita, karena membakar sampah lalu menjalar ke semak belukar di sekitarnya. Yang paling banyak kejadian ini di dua kecamatan yang memang lahannya berbatasan dan agak luas lahan terbukanya,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko dampak kesehatan akibat kabut asap, BPBD Kota Banjarmasin mengerahkan personel ke lapangan untuk membagikan masker gratis.

Masker dibagikan terutama kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengemudi ojek daring dan pengguna jalan yang berisiko terpapar udara tercemar.

“Karenanya, kawan-kawan kami sejak kemarin, malam tadi, sudah menyisir dan membagikan masker bagi orang-orang yang ada di luar. Khususnya pekerja di luar seperti ojek online, kita bagikan masker,” tuturnya.

BPBD juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker selama beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Selain penanganan langsung di lapangan, BPBD Kota Banjarmasin berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah instansi terkait untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Pertemuan tersebut akan melibatkan unsur Kodim, Kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BMKG.

BPBD meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah perbatasan. Sementara Dinas Pendidikan akan membahas kemungkinan langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar apabila kondisi kabut asap memburuk.

“Kami juga minta BMKG dapat menyampaikan prediksi cuaca ini,” ujar Husni.

Di akhir keterangannya, Husni mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak sebagai langkah mengurangi paparan asap. (Alf/Vina)

Pos terkait