Animal Rescue Banjarmasin Edukasi Pengunjung soal Satwa Reptil

BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Komunitas Animal Rescue Banjarmasin menggelar edukasi satwa liar secara interaktif di Taman Satwa Jahri Saleh, Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai satwa liar, cara pemeliharaan hewan yang dapat dipelihara, serta pentingnya menjaga kelestarian satwa, khususnya reptil.

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi, tim Animal Rescue Banjarmasin membawa sejumlah reptil nonbisa, di antaranya ular sanca (python), iguana, dan gecko.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik satwa, tetapi juga berkesempatan berinteraksi dan memegang hewan secara langsung di bawah pengawasan tim.

Perwakilan Animal Rescue Banjarmasin, Leo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus mengubah persepsi terhadap ular dan reptil lainnya.

“Tujuan utama kita adalah edukasi sama sosialisasi bagi yang ingin bertanya tentang gimana cara merawat hewan, terutama hewan yang bisa dipelihara. Edukasi di sini tentang gimana mengenal hewan reptil, terutama ular, yang di mana masyarakat biasanya lebih takut kepada ular. Kita mengenalkan untuk tidak takut,” ujar Leo saat ditemui di lokasi.

Menurut Leo, interaksi langsung dengan satwa juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Sebagian pengunjung yang awalnya takut bahkan menjadi lebih berani setelah mencoba memegang reptil.

“Itu bagian dari experience mereka ya, ada pengalaman tersendiri. Ada yang berani, ada yang enggak berani. Tapi kebanyakan orang yang enggak berani itu menjadi lebih berani, dan itu jadi tantangan buat mereka,” katanya.

Selain memberikan edukasi, Leo mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika menemukan satwa liar masuk ke kawasan permukiman.

Ia meminta warga segera menghubungi Animal Rescue Banjarmasin melalui akun Instagram resmi @animalrescuebanjarmasin agar satwa dapat diamankan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat.

“Tips dasar dari kami, langsung saja hubungi tim Animal Rescue. Kita mengamankan hewan beserta masyarakatnya, terutama bagi masyarakat yang takut. Dan pelayanan ini gratis,” ujarnya.

Pengalaman berinteraksi dengan reptil juga dirasakan salah seorang pengunjung, Jihan. Ia mengaku sempat gugup ketika pertama kali diajak menyentuh dan berfoto bersama ular pada Sabtu siang.

“Gugup. Awal-awal itu takut, tapi pas menjapai (memegang) merasai teksturnya, ternyata hanya ruwani (biasa saja/tidak menakutkan),” kata Jihan.

Setelah mencoba berinteraksi langsung, Jihan berharap kegiatan edukasi mengenai satwa dapat lebih sering digelar di tempat wisata keluarga.

“Kayaknya harus ada sih, supaya anak-anak tuh bisa mengenal dengan baik,” pungkasnya.

(Alf/Vina)

Pos terkait