BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin mengalokasikan sekitar Rp250 miliar dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026 untuk memperkuat pelayanan publik dan pembenahan fasilitas yang telah ada.
Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, menyampaikan peningkatan anggaran tersebut didorong oleh kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta optimalisasi SiLPA.
Menurut Edy, tambahan anggaran belanja pada APBD Perubahan tidak diarahkan untuk pembangunan fisik berskala besar, melainkan difokuskan pada program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Untuk apa tambahan belanja di perubahan ini? Kita gunakan untuk yang prioritas, yang sifatnya pada pelayanan publik dan masyarakat. Kalau dengan waktu sisa 3 sampai 4 bulan, terkait fisik yang besar kan tidak memungkinkan. Jadi kita lebih arahnya pada pembenahan yang sudah ada, peningkatan pelayanan publik sesuai arahan dan visi-misi Kepala Daerah,” ujar Edy Wibowo di Banjarmasin, Kamis (6/8/2026).

Dalam rancangan APBD Perubahan 2026, sejumlah pos belanja mengalami peningkatan. Belanja modal naik dari Rp428,8 miliar menjadi Rp562,2 miliar. Sementara itu, belanja operasi meningkat dari Rp1,91 triliun menjadi Rp2,08 triliun.
Selain itu, Belanja Tidak Terduga (BTT) juga bertambah dari Rp16,7 miliar menjadi Rp21,3 miliar sebagai bagian dari penyesuaian kebutuhan anggaran daerah.
Di sektor pendapatan, Edy menjelaskan terdapat perubahan pada hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, khususnya dividen dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dividen dari PAM Bandarmasih meningkat dari proyeksi awal Rp17 miliar menjadi Rp21 miliar. Sebaliknya, dividen dari Bank Kalsel mengalami penyesuaian dari sekitar Rp20 miliar menjadi sekitar Rp15–16 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi perubahan posisi kepemilikan saham Pemerintah Kota Banjarmasin yang kini berada pada urutan ketiga.
Ia menambahkan, pembiayaan APBD Perubahan juga ditopang oleh efisiensi anggaran dan pemanfaatan SiLPA. Dengan penyesuaian tersebut, total postur APBD Perubahan Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2026 ditargetkan mencapai sekitar Rp2,67 triliun. (Alf/Vina)





