BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar aksi simbolik di simpang empat Hotel A, Jalan Lambung Mangkurat, Sabtu (21/05/2026), untuk mengenang tragedi kemanusiaan Jumat Kelabu yang terjadi pada 23 Mei 1997.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah properti bernuansa duka, seperti keranda mayat, boneka kayu, serta replika batu nisan yang berisi pesan kritik sosial dan politik.
Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Arifin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk refleksi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di Kalimantan Selatan.
“Aksi simbolik ini berjalan lancar. Kami menggelar orasi dari masing-masing perwakilan kampus, pembacaan puisi, tabur bunga, dan ditutup dengan doa bersama sebagai pengingat bagi kita semua,” ujar Arifin yang juga menjabat sebagai Ketua BEM UNISKA.
Menurutnya, tragedi Jumat Kelabu bukan sekadar catatan sejarah, tetapi menjadi pelajaran penting bagi generasi muda dalam menyikapi dinamika sosial dan politik.
Ia menilai konflik yang dipicu fanatisme politik berlebihan dapat berdampak langsung kepada masyarakat.
“Dulu masyarakat terpecah hanya karena fanatisme politik. Yang merasakan dampaknya justru masyarakat kecil,” katanya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap memori kolektif atas tragedi Jumat Kelabu tetap terjaga, sekaligus menjadi pengingat agar generasi muda lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pandangan politik. (Nawir)





