Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja Lokal melalui PBK

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Kamis (21/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, ini dibuka Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Subhan Noor Yaumil.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan Irfan Sayuti, Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan Fatmasari Said, jajaran pejabat, instruktur, serta peserta pelatihan.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang lebih baik.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Subhan Noor Yaumil, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas komitmen penyelenggaraan pelatihan vokasi yang dinilai selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, produktif, dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat, kualitas tenaga kerja menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan tidak hanya terletak pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, disiplin, dan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi dinilai sebagai investasi strategis untuk mencetak tenaga kerja unggul yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Pemerintah juga mendorong seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan secara maksimal guna meningkatkan keterampilan dan membangun etos kerja profesional.

Pada tahap pertama 2026, BLK Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan lima program pelatihan dengan total 80 peserta yang telah lolos seleksi administrasi dan tes kompetensi dasar.

Program tersebut meliputi tata rias kecantikan, menjahit pakaian sesuai gaya, digital marketing, desainer grafis muda, serta las plate welder SMAW 4G-UP PF.

Seluruh program mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan akan ditutup dengan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama 43 hari kerja, mulai 21 Mei hingga 24 Juli 2026.

Sebagai penutup kegiatan pembukaan, Subhan Noor Yaumil bersama jajaran Disnakertrans dan BLK secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan dari masing-masing program pelatihan. (Myh)

Pos terkait