BALANGAN, dnusantarapost.com – Balangan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia.
Meski begitu, capaian ini tidak membuat puas jajaran pemerintah daerah. Bupati Balangan H. Abdul Hadi menegaskan, target berikutnya adalah meraih kategori Utama, level di atas Nindya, yang menjadi indikator bahwa hak-hak anak di daerah terpenuhi secara menyeluruh.
Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Sub Koordinasi Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2KBPMD Balangan, Linuwih Andri Winarti, menjelaskan bahwa penilaian KLA terdiri atas 24 indikator yang terbagi dalam lima klaster utama.
“Empat klaster mencakup pemenuhan hak anak, yaitu Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, serta Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya. Sementara satu klaster lagi fokus pada Perlindungan Khusus Anak,” ujarnya Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, untuk memenuhi indikator tersebut diperlukan sinergi lintas sektor melalui Gugus Tugas KLA yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dunia usaha, hingga media massa.
“Semua instansi harus berperan aktif. Misalnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berperan besar dalam pemenuhan hak pendidikan anak, sedangkan Dinas Kesehatan fokus pada layanan kesehatan dasar,” tambahnya.
Saat ini, posisi Balangan berada di kategori Nindya dengan skor sekitar 700–800 poin. Untuk naik ke Utama, dibutuhkan skor di atas 800 poin.
“Nilai pasti belum diumumkan KemenPPPA, tapi posisi kita sudah cukup tinggi. Tinggal memperkuat indikator yang belum optimal,” jelas Linuwih.
Lebih dari sekadar penghargaan, target menuju kategori Utama menjadi wujud nyata komitmen Balangan dalam melindungi serta memenuhi hak anak. Dengan kerja sama semua pihak, Balangan optimistis bisa naik ke level lebih tinggi, bahkan mencapai Kabupaten Layak Anak Kategori Utama menuju Paripurna.





