BANJARBARU – Usai ditetapkan sebagai Walikota Banjarbaru periode 2025-2030, Hj erna Lisa Halaby menyampaikan pidato pertamanya di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara Rapat Pleno Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru Tahun 2024 yang digelar oleh KPU Kalimantan Selatan pada Rabu (28/5/2025) malam.
Hj Erna Lisa Halaby yang menjadi walikota perempuan pertama Kota Banjarbaru ini berdiri dengan percaya diri dan berani serta menyampaikan pidatonya dengan suara yang lantang dan tegas.
Dalam pidatonya, ia bersyukur tahapan Pilwali Kota Banjarbaru kali ini sudah berakhir sehingga Kota Banjarbaru sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan punya pemimpin yang definitif.
“Dalam kesempatan yang berbahagia ini kami pasangan Lisa-Wartono menyampaikan syukur tak terhingga atas kelancaran tahapan-tahapan Pilwali Kota Banjarbarbaru kali ini walaupun Pilkada yang kita jalani ini cukup melelahkan,” katanya.
Babak akhir ini menjadi awal baru bagi pasangan Lisa Wartono yang diharapkan membawa kebaikan dan kemajuan untuk Kota Banjarbaru.
“Kami juga berterima kasih kepada seluruh warga Banjarbaru yang berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Pilwali sampai detik ini,” pungkas Lisa Halaby.
Perjalanan Pilwali Kota Banjarbaru tidak mudah dalam perjalanan. Sejak akhir tahun 2024 hingga pertengahan 2025, berbagai tantangan yang kompleks terus hadir hingga melahirkan PSU untuk Kota Banjarbaru.
Dalam perjalanannya, Lisa Halaby Wartono mampu unggul melawan kotak kosong sehingga bisa menjadi pemimpin Kota Banjarbaru dan mengejar ketertinggalan dengan Kabupaten/kota lain yang ada di Kalsel yang sudah menjalankan roda pemerintahannya.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membangun Banjarbaru yang elok, maju, adil dan sejahtera,” katanya.
“Kami, saya dan bapak Wartono hadir sebagai pemimpin Kota Banjarbaru tak lain untuk memastikan Ibukota Provinsi yang makin berkembang yang akan datang,” sambungnya.
Di akhir katanya, Lisa Halaby mengajak seluruh elemen untuk kembali merajut persatuan dan menyudahi perselisihan yang pernah ada.
“Mari bergenggaman tangan yang erat, merangkul bersama untuk menuju Harapan Baru Banjarbaru Emas,” tutupnya. (nurul octaviani)






