MARTAPURA – Pada Kamis (24/4/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA, terjadi insiden kebakaran di gudang penyimpanan obat milik Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Kabupaten Banjar.
Gudang yang berlokasi di Jalan Albasia 4, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura ini, selama ini menjadi tempat penyimpanan berbagai obat penting dan alat kesehatan yang disalurkan ke puluhan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Banjar.
Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, menerangkan bahwa begitu menerima laporan kebakaran, pihaknya langsung mengambil tindakan cepat.
“Sebanyak 15 petugas utama DPKP, bersama 2 anggota tambahan dari Pleton 1 dan 3, segera dikerahkan menuju lokasi kejadian,” ujarnya.
Mereka menggunakan tiga mobil pemadam kebakaran utama yang menjadi andalan, yaitu Fire Truck Satria Biru Kajama, 102 dan 103
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT, Nurmiati, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat di ruang utama penyimpanan yang berisi ratusan jenis obat, baik dalam bentuk tablet maupun sirup. Kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh isi gudang.
“Sebagian besar stok obat musnah. Rak, AC, plafon hingga sistem CCTV mengalami kerusakan parah. Dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik,” ujar Nurmiati, Jumat (25/4/2025).
Nurmiati menambahkan, kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.
“Kami masih menunggu hasil pendataan lengkap, namun perkiraan awal memang cukup besar,” jelasnya.
Selain kerugian material yang besar, distribusi obat-obatan ke 25 Puskesmas dan 2 UPTD di Kabupaten Banjar untuk sementara waktu terhenti.
“Untuk distribusi bulan April 2025 sudah selesai dilakukan. Namun untuk distribusi ke depannya, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, tim Inafis dari Polres Banjar, Polres Banjarbaru, dan Polda Kalsel masih melakukan penyelidikan di lokasi guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. (nurul octaviani)






