Dinkes Balangan Luncurkan Program BURAS untuk Deteksi Dini Kehamilan Berisiko

BALANGAN, dnusantarapost.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan terus berupaya menurunkan angka komplikasi kehamilan dengan meluncurkan inovasi BURAS (Bumil Risiko Tinggi dengan USG), sebuah program yang berfokus pada pendeteksian dan pemantauan ibu hamil berisiko tinggi secara komprehensif.

Inisiator program, Maya Sari, menjelaskan bahwa sebelum adanya inovasi ini, banyak ibu hamil terlambat melakukan pemeriksaan USG trimester pertama (TM I) yang idealnya dilakukan sebelum usia kehamilan 12 minggu. Hal ini disebabkan oleh jarak yang jauh dan sulitnya akses menuju rumah sakit.

Bacaan Lainnya

“Di lapangan, sering kali risiko tinggi pada ibu hamil baru ditemukan terlambat karena tidak adanya pemeriksaan USG sejak dini,” ungkap Maya pada Rabu (16/4/2025) di Balangan.

Melalui inovasi BURAS, ibu hamil yang belum melakukan USG trimester pertama disaring dan dipantau secara menyeluruh oleh bidan dan dokter umum. Mereka kemudian mendapatkan akses rujukan langsung ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan diagnosis dan penanganan lebih tepat dan cepat.

Program ini juga menghadirkan pendampingan langsung dari dokter spesialis kepada tenaga kesehatan di puskesmas dalam proses skrining ibu hamil. Dengan begitu, pemantauan kondisi kehamilan menjadi lebih terarah dan risiko komplikasi dapat diminimalisir sejak awal.

“Keunggulan dari inovasi ini adalah kemudahan akses untuk konsultasi dengan dokter spesialis kandungan, diagnosis yang lebih tepat, serta deteksi dini terhadap potensi komplikasi,” jelas Maya.

Dampak dari program ini sudah mulai terlihat. Berdasarkan data laporan bulanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), jumlah kasus komplikasi kehamilan menurun dari 665 kasus pada 2022, menjadi 643 kasus di 2023, dan 596 kasus pada 2024.

Maya menambahkan bahwa inovasi ini juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta promosi perilaku hidup sehat.

“Kami ingin memastikan setiap ibu hamil di Kabupaten Balangan mendapatkan layanan kesehatan berkualitas dan menurunkan risiko kematian ibu akibat komplikasi kehamilan,” pungkasnya.

Pos terkait