Selama 2024, Polres Banjarbaru Catat 495 Kasus Tindak Pidana

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Dari 495 kasus tindak pidana yang ada di wilayah hukum Polres Banjarbaru, Polres Banjarbaru berhasil menangani dan menyelesaikan 484 kasus.

Bacaan Lainnya

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah saat memimpin konfrensi pers akhir tahun menjelaskan dominasi kasus utama tahun 2024 adalah narkotika.

Ia merincikan, di Tahun 2024 tercatat ada 195 kasus narkotika yang tercatat dan 198 kasus yang berhasil diselesaikan termasuk 3 kasus dari tahun 2023.

“Meningkatnya jumlah tindak pidana ini, terutama terkait dengan narkotika, menunjukkan keseriusan Polres Banjarbaru dalam memberantas peredaran narkotika yang semakin meresahkan masyarakat,” jelas Kapolres.

Di bidang narkotika, Polres Banjarbaru berhasil mengungkap jumlah yang sangat besar, yakni 15 kilogram sabu-sabu, 244 butir ekstasi, 4.570 butir pil daftar G, dan 625 gram ganja.

Pengungkapan ini diperkirakan dapat menyelamatkan hingga 60 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, selain itu, pengungkapan lain terkait narkoba di Jalan Bukit Harapan Permai, Banjarbaru, juga berhasil menyita 3 kilogram sabu-sabu.

Selain narkotika, kasus lain yang menonjol dan viral juga menjadi atensi Polres Banjarbaru.

“Kasus lain yang menonjol adalah perjudian dengan 50 kasus, serta kasus senjata tajam sebanyak 34 kasus,” ujarnya.

Berdasarkan wilayah, kasus-kasus yang menonjol kebanyakan ada di wilayah Polsek Liang Anggang. Tercatat ada 76 kasus dan 72 kasus di antaranya berhasil diselesaikan.

Dalam bidang Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu lintas, Polres Banjarbaru mencatatkan penurunan jumlah kecelakaan dari 109 kasus pada tahun 2023 menjadi 87 kasus pada tahun 2024, dengan 32 korban meninggal dunia dan 3 korban luka berat.

Penurunan ini mencerminkan efektivitas upaya pengendalian lalu lintas yang dilakukan sepanjang tahun.

Selain itu, beberapa kasus viral turut menjadi sorotan, seperti pencurian mobil di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang berhasil diungkap.

Tersangka, yang berpura-pura menjadi petugas keamanan, berhasil membawa lari kendaraan dengan modus memarkirkan mobil dan mengamankan kunci, yang akhirnya terungkap setelah dilakukan penyelidikan.

Kasus lainnya yang mencuat adalah penangkapan geng motor yang melakukan aksi kekerasan dengan senjata tajam.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Polres Banjarbaru berhasil mengungkap 13 tersangka dan mengamankan berbagai barang bukti, seperti celurit dan parang.

Sebagai hasil kerja kerasnya, Polres Banjarbaru memperoleh sejumlah penghargaan pada tahun 2024, antara lain dari Kementerian Perhubungan untuk penilaian kinerja sistem transportasi perkotaan, serta penghargaan dari Kapolda Kalsel terkait video himbauan lalu lintas terbanyak.

Polres Banjarbaru juga menerima predikat zona hijau dari Ombudsman dengan nilai 92,78, serta penghargaan atas pengungkapan narkotika terbesar di Polres Kalsel, dengan total penyitaan 9,6 kilogram narkotika.

Dengan pencapaian yang luar biasa ini, Polres Banjarbaru terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, meskipun tantangan besar di bidang narkotika dan kejahatan lainnya tetap dihadapi. (nurul octaviani)

Pos terkait