Barista Keluhkan Etika Pengunjung Kafe 24 Jam di Banjarmasin

BANJARMASIN, dnusantarapost.com Tren mengerjakan tugas hingga subuh di kafe Banjarmasin semakin marak. Sejumlah kedai kopi pun menyediakan layanan 24 jam dengan fasilitas seperti Wi-Fi, pendingin ruangan, stop kontak, hingga ruang privat untuk menarik mahasiswa dan pekerja.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, barista yang bekerja pada shift malam menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kelelahan hingga perilaku pengunjung yang dinilai kurang menjaga kebersihan.

Muhammad Faqih, barista Kopi Arunika, mengatakan tren kunjungan malam meningkat pesat sejak awal 2025. Pihaknya menyediakan listrik dan Wi-Fi selama 24 jam untuk menunjang kebutuhan pelanggan.

Meski demikian, Faqih mengungkapkan bahwa pelayanan pada malam hingga dini hari memiliki tantangan tersendiri, terutama secara fisik dan mental.

“Kerja shift malam 24 jam ini enggak mudah, kita rontok dan capek, apalagi kalau ketemu customer yang kurang tahu diri. Kita sudah sediakan fasilitas, tapi masih ada yang buang abu rokok di piring atau lantai, bahkan bawa makanan dari luar tanpa dibersihkan,” ungkap Faqih.

Ia berharap pengunjung lebih memperhatikan kebersihan dan menghargai pekerja yang melayani mereka selama berada di kafe.

Sementara itu, Satria, barista Kopi Nordu, mengatakan kafe tempatnya bekerja menyediakan sejumlah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan pekerja yang menghabiskan waktu hingga malam.

“Kami sediakan spot ber-AC, outdoor, Wi-Fi, stop kontak, sampai layanan print gratis. Kami juga punya private room yang bisa direservasi kalau ada yang mau nugas kelompok,” jelas Satria.

Kehadiran kafe dengan layanan 24 jam menunjukkan berkembangnya kebutuhan ruang untuk belajar dan bekerja hingga dini hari di Banjarmasin. Di sisi lain, aktivitas tersebut juga menghadirkan tantangan bagi pekerja yang bertugas melayani pengunjung pada jam malam. (Alf/Vina)

Pos terkait