Plot Twist! Viral Pedagang Sayur Dibegal di Martapura Ternyata Hoaks, Motifnya: Takut Mengaku ke Istri

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Jagat media sosial di Kabupaten Banjar sempat dibuat gempar oleh kabar mencekam tentang seorang pedagang sayur yang menjadi korban pembegalan di kawasan Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat. 

Namun, setelah diusut oleh pihak kepolisian, plot twist mengejutkan pun terungkap, cerita tersebut murni karangan alias hoaks.

Bacaan Lainnya

​Alasan di balik drama ini pun terbilang unik, yakni karena sang pedagang takut mengaku kepada istrinya setelah kehilangan uang.

Kronologi Drama ‘Begal’: Dari Takut Istri Jadi Viral

​Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kapolsek Martapura Barat melalui Iptu M. Albert H Manalu menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat memanggil dan mengklarifikasi orang yang disebut-sebut sebagai korban.

​”Pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2026, Polsek Martapura Barat telah mengklarifikasi berita viral beberapa hari ini terkait pembegalan penjual sayur di Desa Teluk Selong. Setelah kami klarifikasi kepada yang bersangkutan, ternyata berita itu tidak benar,” ujar Iptu Albert melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/5/2026).

​Setelah diinterogasi, terungkaplah fakta kocak sekaligus miris di balik rekayasa kasus ini:

​Fakta sebenarnya, ternyata uang milik pedagang sayur tersebut sebenarnya tercecer sebesar Rp1,5 juta.

​Karena takut mengaku dan dimarahi istrinya, ia nekat mengarang cerita kepada temannya seolah-olah dirinya baru saja dirampok begal.

​Cerita bohong tersebut dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga menjadi pesan berantai yang viral di berbagai grup WhatsApp.

Sempat Bikin Resah Warga dan Pengguna Jalan

​Sebelum kedoknya terbongkar, isu begal ini sempat memicu keresahan masif di tengah masyarakat. 

Pesan berantai yang beredar menyebutkan bahwa korban dihadang begal pada dini hari sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 Wita dan kehilangan uang jutaan rupiah.

​Informasi ini otomatis membuat ciut nyali para pengguna jalan yang sering melintas di kawasan Martapura Lama pada malam dan subuh hari.

​Sebagai respons cepat terhadap keresahan warga, jajaran Polsek Martapura Barat bahkan sempat meningkatkan patroli malam di sejumlah titik yang dianggap rawan guna menjaga situasi kamtibmas.

Imbauan Kepolisian: Saring Sebelum Sharing

​Membawa hikmah dari kejadian ini, Kapolsek Martapura Barat mengimbau agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial.

​”Kalau memang terjadi tindak kriminal, segera laporkan ke layanan 110 atau kepada Bhabinkamtibmas setempat agar cepat ditindaklanjuti,” pungkas Albert. (nurul octaviani)

Pos terkait