MARTAPURA — Kepolisian Resor (Polres) Banjar kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum dan menjaga ketertiban masyarakat melalui Operasi Sikat Intan 2025.
Dalam operasi yang digelar selama beberapa waktu ini, sebanyak 116 orang berhasil diamankan dari berbagai kasus kriminal yang tersebar dalam 26 laporan polisi.
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, menjelaskan bahwa para pelaku yang diamankan terlibat dalam sejumlah tindak kejahatan, mulai dari pencurian, penganiayaan, hingga kasus kekerasan seksual.
Di antara kasus yang ditangani, terdapat tujuh kasus pencurian biasa dan tiga kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Polres juga mengungkap dua kasus penganiayaan, satu kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar, serta tujuh kasus penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, petugas juga menangani empat kasus kepemilikan senjata tajam tanpa izin, dua kasus pengeroyokan yang terjadi di kawasan Kertak Hanyar dan Simpang Empat, satu kasus pelanggaran peredaran obat keras, satu kasus pencurian ringan, dua kasus penadahan, dan satu kasus penganiayaan berat (anirat).
Salah satu aksi pencurian yang cukup mencuri perhatian adalah pencurian besi-besi dari proyek bangunan yang dilakukan untuk dijual kembali oleh pelaku.
Tak hanya penindakan hukum, Polres Banjar juga melakukan pendekatan pembinaan terhadap masyarakat.
Sebanyak 95 orang yang terjaring dalam razia minuman keras dan aktivitas mabuk-mabukan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya dan menyadari dampak buruk dari perilaku tersebut.
“Setiap pelaku dikenakan pasal sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan. Kami ingin memastikan bahwa hukum ditegakkan seadil-adilnya, demi keamanan bersama,” ujar AKBP Dr. Fadli.
Dalam operasi ini, juga terungkap empat target operasi (TO) utama, yaitu kasus pemerkosaan yang ditangani oleh Polsek Mataraman, penganiayaan di wilayah Sungai Tabuk, serta dua kasus pengeroyokan di Kertak Hanyar dan Simpang Empat.
Khusus kasus pemerkosaan, korban diketahui masih di bawah umur dan merupakan seorang pelajar, yang menambah perhatian serius dari pihak kepolisian.
“Alhamdulillah, Polres Banjar menjadi salah satu yang paling aktif dalam upaya penegakan hukum di jajaran Polda Kalimantan Selatan. Harapan kami, semua upaya ini mampu menciptakan situasi kamtibmas yang semakin kondusif,” pungkas Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli. (nurul octaviani)





