Dugaan Sodomi Terjadi di Ponpes Kabupaten Banjar, Ini Cerita Santrinya

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Dugaan tindak asusila sodomi oleh Pimpinan salah satu Ponpes Kabupaten Banjar mencuat di media. Pondok Pesantren yang berada di Kelurahan Sungai Paring ini sudah berdiri kurang lebih 9 tahun.

Jumlah santri dan santriwatinya pun tidak sedikit. Menurut informasi dari warga sekitar, jumlah santri dan santriwati di Ponpes tersebut berkisar hingga 400 orang.

Mantan santri Ponpes tersebut, AH berhenti dari Ponpes itu sejak kabar asusila sodomi ini tersebar di kalangan para santri.

“Saya berhenti dari Ponpes ini karena sudah ada kabar tindakan yang tidak senonoh itu,” ujar AH kepada sejumlah awak media.

Ia juga menceritakan modus yang dilakukan oknum pimpinan Ponpes itu. AH yang mendengar cerita dari teman-temannya mengatakan, Pimpinan Ponpes akan memanggil target ke dalam kamar.

“Di dalam kamar itu, teman saya disuruh melepas baju dan sarung, kemudian melakukan hubungan badan,” ujar AH.

Dari yang ia dengar, oknum pimpinan ini mengajak target dengan modus buang naas.

“Buang naas adalah buang sial,” sambung AH.

Lanjutnya, para santri yang menjadi korban akan mendapatkan perlakuan istimewa dari sang oknum pimpinan.

“Pokoknya di pondok itu hidupnya nyaman,” pungkasnya.

Sementara soal ajaran atau ilmu-ilmu yang diajarkan, AH mengatakan ajarannya sesuai saja dengan Rasulullah.

“Ajarannya sesuai saja dengan Rasulullah, hanya pimpinannya saja yang menyimpang, naudzubillah,” tutup AH. (nurul octaviani)

Pos terkait