BANJARMASIN, dnusantarapost.com — Aliansi Pemuda Borneo membagikan 10 ribu masker dan paket vitamin kepada masyarakat di kawasan Simpang Lima Kamboja, Banjarmasin Tengah, Senin (26/10/2026). Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dipusatkan di depan Kampus STIENAS itu menyasar pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan roda dua dan roda empat. Aksi tersebut melibatkan gabungan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), mahasiswa, serta mendapat dukungan dari kepolisian dan sejumlah instansi pemerintah daerah.
Instansi yang disebut mendukung kegiatan ini antara lain Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dinas PUPR Tanah Laut, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Perwakilan LSM, Hery Yanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif gabungan sejumlah organisasi, yakni Jamak, Gantara, LP2K, GPI, GAKI, Pemuda Kalimantan, dan Jarkot.
Menurut Hery, pembagian masker dan vitamin bertujuan membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
“Tujuan kita memang membantu masyarakat untuk mengurangi dampak dari asap karhutla ini. Sasaran kita masyarakat Kota Banjarmasin, khususnya pengguna roda dua dan roda empat,” ujar Hery.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada instansi pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam penyediaan masker dan vitamin untuk kegiatan tersebut.
Hery berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk keperluan berkebun. Ia juga berharap hujan segera turun agar kondisi kabut asap di wilayah Kalimantan dapat berkurang.
Mahasiswa turut terlibat langsung dalam pembagian masker kepada pengguna jalan. Perwakilan mahasiswa STIENAS, Najwa Salsabila, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kabut asap, terutama ketika masker disebut sulit diperoleh dan harganya meningkat.
“Motivasi kami adalah masyarakat untuk masyarakat. Masker saat ini juga terbilang langka dan mahal, jadi ini sangat membantu masyarakat,” kata Najwa.
Ia juga menyoroti kondisi kabut asap di Banjarmasin yang dinilainya semakin memprihatinkan. Menurut dia, kabut asap pada pagi hari begitu tebal hingga matahari belum terlihat setelah pukul 09.00 WITA.
Najwa berharap hujan segera turun di Banjarmasin dan wilayah Kalimantan lainnya sehingga kondisi kabut asap dapat berkurang.
Kegiatan pembagian masker tersebut mendapat pengawalan dari Polsek Banjarmasin Tengah. Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa Zebua, mengatakan pihaknya menerjunkan sekitar 15 personel untuk mengamankan dan memantau kelancaran kegiatan di sejumlah titik pembagian.
Bimasa mengapresiasi inisiatif Aliansi Pemuda Borneo dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
“Kami dari pihak Polsek Banjarmasin Tengah sangat berapresiasi dan berterima kasih banyak kepada Aliansi Pemuda Borneo yang sangat inisiatif membantu masyarakat mencegah dampak karhutla,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Bimasa juga mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat masih terdapat warga yang belum menggunakannya.
Aksi pembagian masker dan vitamin ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat, mahasiswa, organisasi sipil, dan aparat kepolisian dalam membantu warga menghadapi kondisi kabut asap di Banjarmasin. (Alf/Vina)





