LKTI Kalsel 2026: 154 Naskah Masuk, 10 Finalis Presentasi

BANJARMASIN, dnusantarapost.com – Sebanyak 10 karya terbaik dari 154 naskah yang masuk berhasil lolos ke tahap final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2026 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para finalis mempresentasikan gagasan ilmiah mereka di hadapan dewan juri dalam tahap final yang berlangsung di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan LKTI 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Tahun ini, LKTI mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Transformasi Kalimantan Selatan yang Maju, Hijau, Digital, dan Berdaya Saing.”

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi dengan mendorong keterlibatan generasi muda.

“Tujuan kita ingin membangun ekosistem riset dan inovasi di Kalimantan Selatan. Salah satunya dengan kegiatan lomba karya tulis ilmiah ini, untuk mendorong budaya meneliti dan menulis ilmiah di kalangan generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, karya ilmiah yang dihasilkan peserta diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan solusi inovatif yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Thaufik menilai ide-ide baru yang memadukan pendekatan ilmiah, perkembangan kekinian, dan kearifan lokal diperlukan untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.

“Kita memerlukan ide-ide baru, gagasan-gagasan baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan, dengan konsep kekinian dan kearifan lokal. Ini bisa memberikan masukan yang nantinya mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah,” jelasnya.

Ia berharap LKTI yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi muda dengan pola pikir sistemik dan ilmiah serta terbiasa menggunakan data dan riset dalam melihat berbagai persoalan.

Partisipasi Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Antusiasme peserta pada LKTI 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Inovasi BRIDA Provinsi Kalsel, Indra Abdillah, melaporkan jumlah naskah yang diterima pada tahun ini mencapai 154 naskah. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan LKTI 2025 yang menerima 58 naskah.

“Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 58 naskah yang masuk. Pada tahun 2026 ini, jumlah partisipasi melonjak hingga mencapai 154 naskah karya tulis ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, serta masyarakat umum di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dalam proses seleksi, seluruh naskah dinilai oleh tim juri independen yang melibatkan unsur perguruan tinggi, termasuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta peneliti BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan.

Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan hingga akhirnya terpilih 10 karya terbaik yang berhak melaju ke tahap final presentasi.

Indra menjelaskan, penilaian pada tahap final mencakup sejumlah aspek, antara lain kebaruan gagasan, metodologi, kejelasan pemaparan, serta kemanfaatan praktis karya bagi pembangunan.

“Tujuan kegiatan yaitu untuk menyaring gagasan ilmiah terbaik yang aplikatif dan bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional, mengapresiasi karya inovatif riset anak bangsa, serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah,” katanya.

Berikut Daftar 10 Finalis LKTI Kalsel 2026

Dari 154 naskah yang masuk, sebanyak 10 karya terbaik berhasil lolos dan mengikuti tahap final LKTI Kalsel 2026. Adapun nama-nama peserta yang masuk final, yakni:

  1. Tien Zubaidah, Lenie Marlinae, dan Norlaila Sofia
  2. Ahmadi Murjani dan Winda Noviyanti
  3. Aditya Idris
  4. Shafa Salsabila dan Nur Soluna Arasya
  5. Nur Ad’ha Yuda
  6. Muhammad Arsyad
  7. Arie Wibowo
  8. Yana Nulyana
  9. Alfinnor Effendy
  10. Siti Nurul Hidayah

Kesepuluh finalis tersebut mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan dewan juri untuk menentukan karya terbaik dalam LKTI 2026.

Thaufik menegaskan, LKTI bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menumbuhkan budaya riset dan inovasi di tengah masyarakat.

Ia berharap para penulis muda yang berpartisipasi dalam ajang tersebut terus mengembangkan kemampuan penelitian dan menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini akan muncul penulis-penulis ilmiah muda yang dapat menjadi penulis andal dan hasil karya tulisnya dapat dimanfaatkan di kemudian hari, sekaligus menginspirasi generasi yang akan datang,” tuturnya.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan juga penting dalam memperkuat budaya riset di lingkungan pendidikan. Hal tersebut terlihat dari semakin tingginya perhatian terhadap prestasi siswa dan generasi muda dalam berbagai kompetisi karya ilmiah.

“Semoga dengan strategi-strategi yang sudah kita lakukan, budaya untuk membangun budaya riset dan inovasi ini terus bisa berjalan,” pungkasnya.

(Alf)

Pos terkait