DPRD Balangan Soroti Klaim BPJS Rp300 Juta dan Stok Obat

PARINGIN, dnusantarapost.com DPRD Kabupaten Balangan menyoroti tertahannya klaim BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp300 juta dari tiga Puskesmas rawat inap serta persoalan kekosongan stok obat di sejumlah fasilitas kesehatan di daerah tersebut.

Persoalan itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Balangan pada Selasa (11/8/2026). Rapat menghadirkan perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD Datu Kandang Haji, serta seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Balangan.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut terungkap, klaim BPJS Kesehatan dari tiga Puskesmas rawat inap, yakni Puskesmas Awayan, Batumandi, dan Lampihong, belum dapat diproses akibat kendala administratif.

Total nilai klaim yang tertahan mencapai sekitar Rp300 juta.

Wakil Ketua I DPRD Balangan, M. Rizkan, menegaskan pentingnya penyelesaian segera terhadap persoalan tersebut agar kendala administrasi tidak berdampak pada mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menanggapi persoalan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Nancy Agitha, menawarkan solusi teknis agar klaim dari ketiga Puskesmas tetap dapat diajukan.

Menurutnya, Puskesmas dapat menyertakan surat pernyataan kesediaan untuk mengembalikan dana apabila pada kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian berdasarkan hasil audit.

Selain persoalan klaim BPJS, DPRD Balangan juga menyoroti kekosongan stok obat yang terjadi di sejumlah Puskesmas. DPRD menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan permasalahan tidak berlarut-larut, DPRD Balangan menyatakan komitmennya mengawal penyelesaian persoalan klaim BPJS dan ketersediaan obat hingga tuntas.

Apabila persoalan tersebut tidak segera menemukan titik terang, DPRD Balangan mempertimbangkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pelayanan Kesehatan.

Pansus tersebut nantinya diharapkan dapat mengurai akar persoalan secara menyeluruh, termasuk hambatan dalam proses administrasi klaim dan persoalan ketersediaan obat, sekaligus mencegah terjadinya masalah serupa di masa mendatang. (Alf)

Pos terkait