Aksi Kamisan Kalsel ke-72, Soroti Kematian Mahasiswa FEB ULM dan Deretan Kasus HAM yang Mandek

BANJARBARU, dnusantarapost.com – Aksi Kamisan Kalimantan Selatan kembali digelar untuk ke-72 kalinya di kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarbaru dan Polres Banjarbaru Kamis (26/2/2026) sore. 

Sejumlah massa berkumpul membawa pesan yang sama: keadilan yang belum tuntas, termasuk atas kematian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Bacaan Lainnya

Dalam aksi tersebut, peserta menilai masih banyak dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang belum menemukan kejelasan penyelesaian. Isu kematian mahasiswa FEB ULM menjadi salah satu sorotan yang terus diingatkan dalam forum terbuka itu.

Salah satu orator, Rizky Nugroho, menyebut konsistensi Aksi Kamisan merupakan bentuk pengingat bahwa pekerjaan rumah penegakan HAM belum selesai.

“Selama aksi kontrol sosial seperti ini masih terus digelar, itu artinya masih ada persoalan yang belum dituntaskan secara adil,” ujarnya di hadapan peserta aksi.

Ia menilai, pembenahan menyeluruh di tubuh institusi negara masih menjadi kebutuhan mendesak, baik di ranah kepolisian, pemerintahan, maupun aparat penegak hukum lainnya. 

Reformasi institusi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan komitmen penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Massa juga menyampaikan harapan agar aparat keamanan, termasuk Polri dan TNI, semakin profesional dan berpihak pada prinsip perlindungan hak warga negara. 

Seruan doa dipanjatkan untuk para korban dugaan pelanggaran HAM, dengan harapan keadilan benar-benar ditegakkan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Aksi yang berlangsung damai itu diisi dengan orasi bergantian, pembacaan puisi, doa bersama, serta penyampaian refleksi. 

Bagi para peserta, kegiatan rutin setiap Kamis sore tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjaga ingatan publik agar kasus-kasus yang dinilai mandek tidak hilang dari perhatian. (nurul octaviani)

Pos terkait