Pemkab Banjar Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Hingga 18 Januari

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir untuk ketiga kalinya, menyusul kondisi banjir yang masih berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. 

Perpanjangan status tanggap darurat ini berlaku hingga 18 Januari 2026 atau selama tujuh hari ke depan.

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyampaikan bahwa keputusan perpanjangan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan rapat tim penanganan bencana. 

Hingga pembaruan data terbaru, banjir masih melanda 10 kecamatan dengan 124 desa dan kelurahan terdampak, serta jumlah pengungsi yang masih mencapai 2.879 jiwa.

“Berdasarkan update data dan hasil observasi langsung ke lapangan, kami masih melihat bahwa dampak banjir sangat berpengaruh terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat,” ujarnya saat press conference, Sabtu (10/01/2026).

Selama masa perpanjangan status tanggap darurat, BPBD Kabupaten Banjar bersama jajaran pemerintah daerah terus memaksimalkan penanganan bencana, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. 

Penyaluran bantuan dilakukan sesuai arahan Bupati Banjar dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Wasis menegaskan, perpanjangan status tanggap darurat bertujuan memastikan seluruh kebutuhan warga dapat terlayani dengan optimal hingga kondisi benar-benar pulih.

“Harapan kami selama masa perpanjangan ini, seluruh kebutuhan masyarakat dapat terlayani, khususnya kebutuhan dasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, distribusi bantuan logistik yang menjadi kewenangan BPBD akan terus didorong, sementara operasional dapur umum yang dikelola Dinas Sosial tetap berjalan guna memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi dan warga terdampak.

Dalam penanganan bencana banjir ini, Pemkab Banjar juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari organisasi kemasyarakatan, unsur legislatif, hingga seluruh SKPD terkait. Upaya distribusi bantuan pun masih terus berlangsung, termasuk ke wilayah terisolasi. (nurul octaviani)

Pos terkait