Ratusan Ikan Cupang Adu Pesona di Martapura

MARTAPURA, dnusantarapost.com  – Gedung Serbaguna Indrasari, Martapura, akhir pekan ini diwarnai dengan ratusan Ikan Cupang dalam toples bening yang berjajar rapi, memamerkan sirip mengembang dan warna yang memikat. 

Gelaran Lomba Ikan Hias Cupang yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Sabtu (6/12/2025), berhasil menyedot antusiasme luar biasa. Lebih dari 200 peserta mulai dari penghobi, pembudidaya, pelaku usaha, hingga anak-anak rela datang sejak pagi.

Bacaan Lainnya

Bagi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartanti, lomba ini bukan sekadar kontes keindahan. Di balik sirip yang mekar sempurna, tersimpan harapan besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

“Kabupaten Banjar memiliki kekayaan spesies ikan bernilai ekonomi tinggi seperti Arwana Super Red, Ikan Jalai, hingga Cupang Alam. Lomba ini bukan hanya soal estetika, tapi juga peluang usaha yang bisa dimulai dari skala rumahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, demam ikan hias tak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pelestarian alam.

“Budidaya ikan hias mampu mengurangi tekanan penangkapan ikan dari alam liar. Dari sisi psikologis, memelihara ikan juga terbukti bisa menurunkan tingkat stres,” tambah Sipli.

Hamdani, Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa tahun ini panitia membuka lebih banyak kelas untuk memberi ruang kompetisi lebih luas.

“Ada kelas Regular, Baby hingga Grand Champion. Penilaiannya cukup detail, mulai dari warna, sirip, bentuk tubuh, gerakan, sampai kebersihan wadah,” katanya.

Yang menarik, peserta tak hanya datang dari komunitas pecinta cupang. Banyak warga umum, bahkan anak-anak, ikut meramaikan.

“Ada orang dewasa, anak-anak, semua bisa ikut. Di sinilah serunya, hiburan sekaligus edukasi,” tutur Hamdani.

Tak hanya adu kecantikan cupang, arena lomba juga berubah menjadi ruang pertemuan ekonomi kecil. Stand UMKM dan olahan hasil perikanan berjajar di sekitar lokasi, menawarkan beragam produk lokal. (nurul octaviani)

Pos terkait