Kebakaran di SDN 2 Kemuning, Diduga Akibat Korsleting Listrik

BANJARBARU, dnusantarapost.com– Kebakaran melanda bangunan ruang guru SDN 2 Kemuning, Jalan Kartini, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, pada Senin (20/10/2025) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Api diduga berasal dari konsleting listrik di bagian tengah bangunan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banjarbaru pada Selasa (21/10) pagi, kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi ruang guru, termasuk meja, lemari, peralatan elektronik, hingga dokumen sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Bacaan Lainnya

Saksi pertama, Rahman (43), warga Kemuning, mengaku melihat cahaya terang dari dalam sekolah saat melintas di Jalan Kartini. 

“Saya kira lampu, tapi ternyata api sudah besar di dalam ruang guru. Saya langsung teriak minta tolong ke warga,” ujarnya.

Tak lama kemudian, warga sekitar dan petugas Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) setempat datang memadamkan api. Api berhasil dikendalikan sekitar 20 menit setelah laporan diterima.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan adanya kabel instalasi lama yang sudah lapuk dan bercabang ke berbagai arah, termasuk ke luar ruangan. Pola pembakaran terpusat di bagian tengah bangunan, tepat di bawah plafon yang juga ditemukan hangus.

“Dari hasil olah TKP, kuat dugaan kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik. Kami juga mengamankan beberapa potongan kabel sebagai barang bukti,” ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi 

Kepala SDN 2 Kemuning, Dwi Timorita, membenarkan bahwa sebelum kejadian, seluruh pintu dan jendela sekolah dalam keadaan terkunci. 

“Kami baru tahu setelah diberi kabar warga. Semua ruangan sudah kosong saat ditinggal,” katanya.

Kebakaran ini menjadi yang kedua dalam dua tahun terakhir di sekolah tersebut. Pada 2024 lalu, gudang alat olahraga dan beberapa rumah dinas guru juga sempat terbakar akibat dugaan konsleting listrik.

Polisi telah menyarankan pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan peremajaan instalasi listrik di seluruh bangunan sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (nurul octaviani)

Pos terkait