BANJARBARU, dnusantarapost.com – Ribuan warga Muhammadiyah bersama masyarakat Kota Banjarbaru memadati Lapangan Dr Murdjani, Rabu (27/5/2026) pagi, untuk menunaikan salat Iduladha 1447 Hijriah. Sejak pagi hari, jemaah telah berdatangan memenuhi area lapangan dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Pelaksanaan salat Iduladha yang dimulai pukul 07.00 WITA itu diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarbaru.
Ibadah dipimpin Ustadz Abdullah sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Ustadz Drs Aunur Rafiq, M.Si. Sejumlah pejabat turut hadir di antaranya Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, Sekretaris Daerah Sirajoni, serta Wali Kota Banjarbaru periode 2021–2025 Aditya Mufti Ariffin.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni membacakan sambutan tertulis Wali Kota Banjarbaru yang mengajak masyarakat memaknai Iduladha lebih dari sekadar perayaan tahunan.
Menurutnya, peristiwa kurban mengandung nilai keikhlasan dan keteladanan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Mari kita teladani keikhlasan dan keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, bahwa selalu ada hikmah, pelajaran, dan keberkahan atas setiap ketaatan terhadap perintah Allah SWT,” ujar Sirajoni saat membacakan sambutan Wali Kota.
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat mendoakan para jemaah haji yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, keselamatan serta kembali dengan predikat haji mabrur.
Ajakan untuk meningkatkan empati sosial dan mempererat ukhuwah islamiyah juga menjadi pesan yang disampaikan dalam momentum Iduladha tersebut.
Usai pelaksanaan salat, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menyampaikan bahwa Iduladha juga mengandung makna kepemimpinan yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen menghadirkan rasa aman sekaligus terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan salat Iduladha pun berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan hingga kegiatan berakhir. (nurul octaviani)





