Kasus Diare Anak di RS Raza Fluktuatif, Masyarakat Diminta Waspada di Musim Pancaroba

MARTAPURA, dnusantarapost.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha (Raza) Martapura mencatat tren fluktuasi kasus diare pada anak dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini terjadi seiring perubahan cuaca atau musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit pencernaan.

Berdasarkan data surveilans RS Raza, pada minggu ke-32 tahun 2025 tercatat 21 kasus diare pada anak. 

Bacaan Lainnya

Angka tersebut sempat menurun menjadi 14 kasus di minggu ke-33, namun kembali naik menjadi 22 kasus di minggu ke-34.

Fluktuasi berlanjut hingga minggu ke-36 dengan 25 kasus, dan pada minggu ke-40 (awal Oktober) tercatat 18 kasus.

Petugas Surveilans RS Raza, Ida Winanda, menjelaskan bahwa pola kasus tersebut menunjukkan tren yang tidak stabil ini masih tergolong normal tapi tetap perlu diwaspadai, terutama oleh orang tua dengan anak balita.

“Kasus diare pada anak di RS Raza cenderung naik-turun. Ini berkaitan dengan faktor lingkungan dan kebersihan makanan di tengah perubahan cuaca,” ujar Ida, Selasa (7/10/2025).

Ia menerangkan, sebagian besar kasus diare disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman yang tidak higienis. 

Selain itu, daya tahan tubuh anak yang menurun pada musim pancaroba juga turut memicu meningkatnya risiko diare.

“Biasanya anak-anak yang daya tahan tubuhnya lemah lebih mudah terserang diare. Karena itu, penting menjaga kebersihan makanan, air minum, dan lingkungan rumah,” jelasnya.

Ida mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan personal hygiene, khususnya dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

“Cuci tangan pakai sabun sebelum makan, pastikan air minum matang, serta hindari jajan sembarangan. Pencegahan sederhana ini bisa sangat efektif menekan kasus diare,” pesannya.

RS Raza juga terus melakukan pemantauan rutin terhadap tren penyakit menular, termasuk diare, melalui sistem surveilans untuk mendeteksi peningkatan kasus lebih dini dan mempercepat langkah pencegahan di tingkat masyarakat. (nurul octaviani)

Pos terkait