MARTAPURA, dnusantarapost.com – Di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga dengan seorang suami dan anak, Marifah tak tinggal diam.
Sejak tahun 2024, ia menjalankan usaha jasa titip atau jastip makanan. Bukan karena tren atau ikut-ikutan, tapi karena satu alasan sederhana: perlu uang.
“Awalnya karena perlu uang,” ucapnya singkat. Tapi dari kesederhanaan itu, lahir ketekunan.
Dalam sehari, Marifah bisa mendapatkan Rp100 ribu hingga Rp300 ribu dari hasil menjastip.
“Sukanya, bisa dapat uang lumayan dalam sehari. Tapi kalau sepi, yang diantar sedikit, untung pun ikut kecil,” ujarnya.
Wilayah jastipnya cukup luas. Marifah melayani pesanan di sekitar Martapura, Banjarbaru, dan Banjarmasin. Ia sempat menjangkau daerah Hulu Sungai, namun hanya bertahan 2–3 bulan karena peminat mulai berkurang.
Untung yang didapat biasanya berasal dari ongkir pesanan.
“Kami sesama penjastip ini bekawanan (berteman). Kalau kawan ada orderan tapi gak bisa di antar, diserahkan ke aku. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya, menekankan semangat saling bantu antar sesama pelaku usaha kecil.
Dengan jadwal suami yang bekerja dari pagi hingga sore, Marifah mengatur waktunya seefisien mungkin. Ia hanya menjastip saat anaknya tidur.
“Kalau anak tidur, aku tinggal sebentar di rumah, biasanya sama kakeknya. Jadi bisa antar pesanan siang sampai sore,” katanya.
Lebih dari sekadar tambahan penghasilan, usaha jastip ini jadi cara Marifah untuk tetap merasa produktif dan membantu perekonomian keluarga.
“Dinikmati aja,” tuturnya dengan tawa ringan saat ditanya tentang perasaannya menjalani dua peran sekaligus.
Sebelum menjalankan usaha ini, ia bahkan sempat hanya fokus menyiapkan makan siang suami.
Kini, dengan waktu yang sama, ia juga turut membangun usaha kecil yang berperan besar bagi dapur mereka.
Dibalik sosok Ma’rifah yang sederhana, ia adalah seorang sarjana lulusan dari kampus bergengsi di Kalsel, yakni Universitas Lambung Mangkurat.
Ia juga pernah berkontribusi besar untuk kampus tersebut sebagai salah satu mahasiswi yang memperjuangkan akreditasi Program Studi PG PAUD ULM.
Marifah juga merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) tahun 2020
Kisah Marifah membuktikan, menjadi ibu rumah tangga tak pernah berarti diam di tempat dan tetap berdaya. Di antara tidur anak dan jam pulang suami, ia menyisipkan semangat berdagang — demi keluarga. (nurul octaviani)






