Polres Banjarbaru Gagalkan Penyelundupan 10,3 Kg Sabu Senilai Rp6,5 Miliar

BANJARBARU – Sebuah langkah berani dan sigap ditunjukkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Lewat operasi yang berlangsung intens sejak akhir Mei, polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,3 kilogram yang dikirim dari Pontianak menuju Sulawesi Selatan. 

Nilai barang haram ini ditaksir mencapai Rp6,5 miliar.

Tak tanggung-tanggung, jumlah sabu yang disita cukup untuk merusak lebih dari 124.000 jiwa jika berhasil beredar. 

“Ini bukan sekadar pengungkapan. Ini penyelamatan besar-besaran,” tegas Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, dalam konferensi pers, Selasa (3/6/2025).

Operasi Dimulai dari Landasan Ulin, Diakhiri di Persawahan Pelaihari

Tiga perempuan muda menjadi pelaku utama dalam kasus ini. Mereka adalah LN (18 tahun), KS (23 tahun), dan AF (29 tahun), warga Desa Bramban dan Ketapang, Pelaihari. 

Penangkapan pertama dilakukan terhadap LN dan KS di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru. Dari pengakuan LN, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menciduk dua tersangka lainnya di Banjarmasin.

Namun titik puncak dari operasi ini terjadi di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Berdasarkan informasi lanjutan, polisi menyisir sebuah area persawahan yang sepi dan jauh dari pemukiman. 

Di situlah, 10,3 kilogram sabu ditemukan—terbungkus rapi, siap didistribusikan ke Sulawesi Selatan.

“Ini bukan barang kecil. Ini sabu dalam jumlah besar, dan ini jelas jaringan serius. Mereka mencoba memanfaatkan jalur darat dan laut yang selama ini dianggap minim pengawasan,” ungkap Kapolres.

Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

Kasus ini kini ditangani serius oleh kepolisian. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Ancaman hukumannya: minimal 20 tahun penjara, dan bisa diperberat jika terbukti bagian dari sindikat besar.

Kasatresnarkoba Polres Banjarbaru, AKP Denny Juniansyah, mengatakan jaringan ini diyakini baru pertama kali mencoba jalur darat dan laut, sebuah modus baru yang kini tengah ditelusuri lebih dalam.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Penyelidikan terus berjalan. Ada dugaan mereka bagian dari jaringan lintas provinsi, bahkan mungkin lintas negara,” tegas AKP Denny.

Dengan pengungkapan ini, Polres Banjarbaru tidak hanya menghentikan pengedaran narkoba. 

Mereka menyelamatkan lebih dari seratus ribu jiwa, yang bisa saja menjadi korban dari zat mematikan ini.

“Setiap gram sabu yang gagal beredar adalah nyawa yang diselamatkan. Dan hari ini, kami menyelamatkan lebih dari seratus ribu nyawa,” tutupnya.

Pos terkait