Isu Tambang Sebabkan Aksi Premanisme di Pengaron, Polres Banjar Buka Suara 

MARTAPURA – Isu premanisme terjadi di Dusun Baliangin Kecamatan Pengaron mencuat karena viral di media sosial. 

Dari video amatir yang beredar, lebih dari 5 orang berada di sebuah kawasan yang tidak diketahui tepatnya dimana, terlihat adu mulut sambil membawa senjata tajam sejenis parang yang cukup panjang. 

Adu mulut nampaknya cukup panas, sampai pembuat video amatir berteriak di akhir video. Entah apa yang terjadi, ada korban atau tidak, belum diketahui pasti. 

Dari informasi yang beredar, aksi premanisme itu diduga disebabkan karena masalah pertambangan yang merusak kawasan pertanian yakni area lahan persawahan warga sekitar. 

Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli mengatakan, aksi premanisme ini sudah ditindak tegas. 

“Sudah kita tindak tegas, sudah kita amankan dan kita lakukan pembinaan,” ujar Kapolres Banjar, Senin (26/5/2025) 

Lanjut, dalam aksi premanisme ini, kepolisian mengamankan 10 orang yang kedapatan membawa senjata tajam. 

“Semua yang bawa parang sudah kita amankan, nanti kita lakukan proses hukum dengan masyarakat disana,” katanya lagi. 

Sementara masalah tambang, Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli memastikan bahwa tambang itu belum ada dan belum beroperasi. 

“Tambang itu belum ada, hanya masih pembuatan jalan saja,” tutupnya. (nurul octaviani)

Pos terkait